Tautan-tautan Akses

India Perdebatkan Larangan Pornografi

  • Anjana Pasricha

Banyak aktivis di India mengkhawatirkan, meningkatnya jumlah anak-anak yang menjadi sasaran perkosaan. Sebagian menyalahkan tren peningkatan akses ke pornografi di internet (foto: Dok).

Banyak aktivis di India mengkhawatirkan, meningkatnya jumlah anak-anak yang menjadi sasaran perkosaan. Sebagian menyalahkan tren peningkatan akses ke pornografi di internet (foto: Dok).

India sedang berdebat untuk melarang pornografi selagi negara itu berupaya mengatasi insiden kekerasan seksual. Larangan pornografi sudah diajukan melalui petisi ke Mahkamah Agung India dan mendapat dukungan dari aktivis perempuan.

Pengacara Kamlesh Vaswani di kota Indore, India tengah, berharap menonton pornografi dijadikan pelanggaran, dan pelakunya tidak bisa dibebaskan dengan uang jaminan, karena ia percaya ada hubungan langsung antara kekerasan seksual dan menonton video porno.

Ia mengatakan, "Pornografi merusak orang. Merusak pikiran. Semakin banyak anak-anak India mengakses video yang lebih sadis dan brutal."

Untuk mendukung pendapatnya, Vaswani merujuk ke laporan mengenai tersangka yang ditangkap karena memperkosa anak berusia lima tahun baru-baru ini di New Delhi. Kepada polisi, tersangka mengungkapkan, ia menonton video porno di ponsel sebelum melakukan kejahatan brutal itu.

Pengacara itu menyampaikan kekhawatirannya bahwa hukum yang ada tidak cukup melindungi masyarakat dari pornografi, dalam petisi ke Mahkamah Agung. Menyebar-luaskan materi pornografi memang ilegal di India, tetapi menontonnya, tidak. Mahkamah Agung pekan lalu meminta tiga kementerian pemerintah agar menanggapi usul itu paling lambat hari Senin.

Petisi itu diajukan ketika berbagai laporan kejahatan kekerasan seks yang menarget perempuan dan anak-anak menjadi berita utama dan memicu protes jalanan. Hukum telah diperketat sejak perkosaan mengerikan terhadap perempuan usia 23 tahun di New Delhi lima bulan lalu. Tetapi, angka di kantor polisi justru menunjukkan jumlah perkosaan meningkat di kota itu.

Yang mengkhawatirkan banyak aktivis adalah meningkatnya jumlah anak-anak yang menjadi sasaran. Sebagian menyalahkan tren peningkatan akses ke pornografi di internet.

Meskipun kurang dari 10 persen komputer rumah warga India tersambung ke internet, meningkatnya pemilikan ponsel pintar secara fenomenal, memudahkan akses ke video internet. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah pencarian di Google untuk materi pornografi telah meningkat lima kali lipat.

Aktivis perempuan terkemuka di India kini mendukung pemblokiran situs-situs pornografi. Menurut mereka, di negara yang konservatif secara budaya, di mana masalah seks masih tabu, pornografi secara negatif membentuk pola pikir anak muda tentang seks.
XS
SM
MD
LG