Tautan-tautan Akses

India, Bangladesh Akhiri Status Kewarganegaraan Tak Jelas Ribuan Orang


Mantan warga India di wilayah di Dasiarchhara, Kurigram, Bangladesh, merayakan kesepakatan kedua negara yang mengakhiri ketidakjelasan wilayah bagi mereka yang tinggal perbatasan (1/8).

Mantan warga India di wilayah di Dasiarchhara, Kurigram, Bangladesh, merayakan kesepakatan kedua negara yang mengakhiri ketidakjelasan wilayah bagi mereka yang tinggal perbatasan (1/8).

Kedua negara mencapai resolusi untuk konflik wilayah selama hampir tujuh dekade yang telah mengakibatkan sekitar 50.000 orang tidak memiliki kewarganegaraan yang jelas.

Rakyat India dan Bangladesh merayakan berakhirnya 68 tahun status tak menentu puluhan ribu orang yang hidup di wilayah perbatasan yang mudah dilintasi yangmenghubungkan kedua negara.

Satu menit setelah Sabtu tengah malam (1/8), waktu setempat, India dan Bangladesh melakukan pertukaran lebih dari 150 pulau di wilayah yang terisolasi sejak meraih kemerdekaan dari pemerintah kolonial Inggris pada 1947. Wilayah yang dimaksud adalah wilayah Bangladesh di India, dan wilayah India di Bangladesh.

Warga diberi status kewarganegaraan berdasarkan pilihan sendiri sehingga memberi mereka akses ke sekolah, layanan medis, dan fasilitas-fasilitas publik lainnya untuk kali pertama.

Orang-orang merayakan peristiwa bersejarah itu dengan berdoa, bernyanyi dan menyalakan lilin. Perubahan ini merupakan hasil kesepakatan baru mengenai perbatasan yang ditandatangani Dhaka dan New Delhi Juni lalu.

Kebanyakan orang yang tinggal di kawasan yang dipertukarkan memilih menjadi warga negara lokasi kawasan tersebut. Kurang dari 1000 orang yang selama ini tinggal di kawasan Bangladesh memilih kewarganegaraan India. Karena keputusan itu, mereka harus pindah ke wilayah India dalam beberapa bulan mendatang.

Sebelumnya, para penduduk - mencapai sekitar 37.330 orang di kantong-kantong wilayah India dan 14.200 orang di wilayah Bangladesh - tidak mendapat layanan publik karena belum memiliki status kewarganegaraan yang jelas.

"Kami sangat senang, anak-anak kami tidak perlu lagi menyembunyikan identitas mereka untuk pergi ke sekolah," kata Bashir Mia, 46. Banyak orang mengaku sebagai warga Bangladesh agar anak-anak mereka dapat bersekolah di Bangladesh.

"Kita bebas sekarang, kita warga Bangladesh," katanya.

Mereka merayakannya dengan berdoa, bernyanyi, dan menyalakan lilin saat pembagian selama hampir tujuh dekade itu dihapuskan.

"Kami telah berjuang dan melakukan banyak pemberontakan. Kami telah mogok makan dan akhirnya kami merdeka. Saya melupakan semua kesedihan hari dengan menyalakan obor kebahagiaan ini. Hari ini adalah hari untuk bersuka cita," kata seorang warga kepada kantor berita Reuters.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan 31 Juli merupakan hari bersejarah bagi India dan Bangladesh, "menandai resolusi masalah kompleks yang telah lama berlangsung sejak merdeka" dari kekuasaan Inggris.

Kepala Komite Pertukaran Wilayah India-Bangladesh, Diptiman Sengupta, mengatakan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi untuk muncul sebagai pusat ekonomi utama.

"Perjanjian ini akan mengubah citra ekonomi India di mata dunia. Kami telah menetapkan hubungan yang kuat dengan Bangladesh melalui kesepakatan," kata Sengupta.

"Daerah ini memiliki potensi untuk muncul sebagai pusat bisnis utama, jika 1,2 miliar penduduk India dan 170 juta orang Bangladesh, bersama penduduk negara tetangga, datang bersama-sama (membangun wilayah ini)," tambahnya.

Beberapa materi dalam laporan ini diambil dari Reuters dan AP.

XS
SM
MD
LG