Tautan-tautan Akses

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Alami Peningkatan

  • Iris Gera

Keluarga miskin yang tinggal di salah satu kawasan kumuh di Jakarta. Meski mengalami peningkatan IPM, Kepala BAPPENAS mengakui Indonesia masih harus mengatasi masalah kesenjangan.

Keluarga miskin yang tinggal di salah satu kawasan kumuh di Jakarta. Meski mengalami peningkatan IPM, Kepala BAPPENAS mengakui Indonesia masih harus mengatasi masalah kesenjangan.

Menurut Kepala Perwakilan Badan PBB untuk program Pembangunan (UNDP) di Indonesia, El Mostafa Benlamlih, Indonesia menunjukkan peningkatan cukup pesat sebagai negara yang peduli terhadap kualitas manusia.

Dalam laporan terbarunya UNDP menyatakan IPM Indonesia tahun 2011 berada di peringkat 124 dari 187 negara. Menurut El Mostafa, Indonesia juga berhasil masuk dalam daftar sepuluh negara di dunia yang berhasil menggerakkan pembangunan manusia.

El Mostafa menegaskan, “Indonesia merupakan satu dari 10 negara di dunia sebagai penggerak pembangunan manusia dan sepuluh negara tersebut di antaranya Maroko, Tiongkok, Korea Selatan dan Malaysia.”

Tahun lalu IPM Indonesia 0,613 dan tahun ini naik menjadi 0,617. Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisyahbana berpendapat kenaikan tersebut karena pemerintah bertekad memperbaiki kualitas hidup masyaraat Indonesia. Menteri Armida berharap di tahun-tahun mendatang IPM Indonesia terus meningkat.

“Ada keinginan ya saya rasa dari semua pihak termasuk pemerintah bagaimana kita itu ingin lebih cepat, percepatan semuanya. (Baik) persepatan dan perluasan pembangunan ekonomi, percepatan pengentasan kemiskinan dan sebagainya. Memang di mindset kita sudah ingin percepatan termasuk pembangunan SDM, pendidikan, kesehatan dan daya beli,” jelas Armida Alisyahbana.

Pemerintah, menurut Menteri Armida Alisyahbana, juga terus bertekad menekan kesenjangan sosial sehingga UNDP juga menilai positif dan menempatkan Indonesia berada di atas beberapa negara lain dalam hal perbaikan kesenjangan sosial.

Armida menambahkan, “Kesenjangan betul sekali, jadi di dalam pembangunan memang tidak cukup kita hanya achieve dengan lebih cepat, lebih cepat pertumbuhan, lebih cepat apa lebih cepat tapi juga bagaimana distribusinya. Itu memang salah satu aspek yang menjadi perhatian juga dari kami karena kami sadar betul kesenjangan itu masih menjadi isu yang sangat signifikan. (Namun) kita relatif masih lebih baik dari beberapa negara, ada Cina, ada Filipina, ada Asia Timur dan Pasifik."

Meski IPM Indonesia meningkat dibanding tahun lalu, namun Indonesia masih berada di bawah lima negara ASEAN lainnya yaitu Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand dan Filipina. IPM negara ASEAN lainnya yang berada di bawah Indonesia adalah Vietnam, Kamboja dan Burma.

Dalam siaran persnya UNDP juga menjelaskan, IPM merupakan ukuran rangkuman untuk menilai kemajuan jangka panjang melalui tiga dimensi dasar pembangunan manusia yaitu panjang umur dan sehat, akses pengetahuan, serta standar hidup layak.

XS
SM
MD
LG