Tautan-tautan Akses

Imunitas Kelompok Efektif Cegah Wabah Flu

  • Budi Setiawan

Imunisasi tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, tetapi juga masyarakat sekitar.

Imunisasi tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, tetapi juga masyarakat sekitar.

Pencegahan penyakit melalui vaksinasi, memiliki dampak yang berjangka panjang. Imunisasi bagi anak-anak dan orang dewasa yang sehat, bukan hanya bakal melindungi mereka dari serangan virus flu, melainkan juga berdampak pada berkurangnya jumlah kasus influenza di tengah masyarakat mereka.

Ilmuwan telah lama meyakini bahwa mengimunisasi beberapa anggota masyarakat terhadap suatu penyakit, akan melindungi masyarakat itu secara keseluruhan. Kekebalan yang disebut sebagai imunitas kelompok ini dapat digunakan untuk mengendalikan wabah flu. Namun para peneliti belum pernah menguji teori ini dalam suatu kajian acak dan terkontrol.

Karena itu, Dokter Mark Loeb dan para sejawatnya di McMaster University di Hamilton, Ontario, melakukan uji coba vaksin pada 49 kelompok masyarakat pedesaan terpencil di bagian barat Kanada.

Peneliti memberikan imunisasi influenza kepada anak-anak usia tiga hingga 15 tahun pada separuh kelompok masyarakat, tapi tidak bagi separuh kelompok anak-anak lainnya.

Kata Dokter Loeb, "Penelitian jenis ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dengan mengimunisasi anak-anak yang mungkin tidak berisiko paling tinggi mengalami komplikasi tetapi dapat memberi respons sangat baik terhadap vaksin tersebut, kita dapat menghentikan penyebaran virus. Dan dengan melakukan itu, kita melindungi masyarakat yang jika tertular, akan berisiko tinggi mengalami komplikasi tersebut."

Mengimunisasi anak-anak dan orang dewasa sehat dapat menjadi cara efisien untuk membantu mencegah penyebaran influenza.

Mengimunisasi anak-anak dan orang dewasa sehat dapat menjadi cara efisien untuk membantu mencegah penyebaran influenza.

Selama enam bulan, para perawat melakukan pemeriksaan mingguan terhadap kedua kelompok tersebut untuk memastikan apakah ada yang tertular flu. Banyak orang yang tertular. Namun jumlah kasus influenza di kalangan masyarakat yang anak-anaknya divaksinasi ternyata lebih sedikit, hingga separuhnya.

"Kami mendapati bahwa perlindungan berkat imunisasi flu pada anak-anak itu sekitar 60 persen efektif." kata dr. Loeb.

Penelitian ini mendapati imunitas kelompok, hampir sama baiknya dengan apabila masing-masing warga divaksinasi.

Loeb mengatakan, hasil kajian itu menunjukkan bahwa mengimunisasi anak-anak dan orang dewasa sehat dapat menjadi cara efisien untuk membantu mencegah penyebaran influenza. Dampak penting lainnya adalah bagi pengendalian penyakit, terutama jika persediaan vaksin terbatas.

"Jika persediaan vaksin terbatas, dan ada satu kelompok untuk diimunisasi, kita setidaknya harus mempertimbangkan kelompok tersebut, karena ini dapat membantu menghentikan penyebaran virus influenza," tambahnya.

Hasil kajian Dokter Loeb dan para sejawatnya dimuat dalam Journal of the American Medical Association.

XS
SM
MD
LG