Tautan-tautan Akses

AS

Imigran Sukses di AS, Berbisnis Jasa Perbaikan Sepatu


Perbaikan sepatu Steve Doudaklian.

Perbaikan sepatu Steve Doudaklian.

Orang-orang di seluruh dunia berimigrasi ke Amerika untuk mengadu nasib. Dan banyak dari mereka berhasil mewujudkan mimpi mereka dengan menjalankan usaha kecil menengah.

Keluarga Steve Doudaklian adalah salah satunya. Ayahnya datang ke Amerika lebih dari tiga dasawarsa lalu dari Lebanon dan membuka toko reparasi sepatu di luar Washington yang dengan cepat menjadi terkenal karena kualitas layanannya.

Steve Doudaklian menggeluti pekerjaan yang disukainya, yaitu mengubah sepatu lama kembali menjadi baru. Dia mewarisi mesin jahit yang sudah 70 tahun dari ayahnya.

“Saya bekerja 12 sampai 13 jam sehari. Waktu berlalu begitu cepat dan saya menikmati setiap menit.”

Sewaktu kecil, Doudaklian sering memperhatikan ayahnya, seorang perajin, membuat sepatu di tokonya di Lebanon.

“Ketika kami pindah dari Lebanon, kami sedang mengalami perang saudara selama dua tahun. Ayah saya memboyong keluarga dengan lima anak dan datang kemari.”

Tanpa berbekal bahasa Inggris atau uang yang banyak, Doudaklin mengatakan ayahnya memutuskan untuk melakukan pekerjaan yang dulu dilakukannya.

“Dia meminjam uang dari sana sini. Dia merintis usaha reparasi sepatu, yang tidak sesulit membuka pabrik pembuatan sepatu.”

35 tahun yang lalu Bedros Doudaklian menamai bisnisnya Toko Reparasi Sepatu.

"Bisnisnya berkembang pesat. Kami memiliki sebuah toko sekitar empat blok dari sini. Tapi saya perlu memperluas bisnis dan perlu tempat yang lebih besar."

Setelah ayahnya meninggal dunia 23 tahun lalu, Doudaklin membeli sebuah rumah yang tak terawat, merubuhkannya, lalu mendirikan bangunan baru. Dia juga mengubah nama tokonya menjadi Bedo’s Leatherworks.

"Kami memperbaiki sepatu 35 tahun lalu. Sekarang kami masih meakukannya, tapi kami juga membuat barang-barang dari kulit. Kami juga mereparasi jaket, tas, dan koper."

Dengan dua karyawan, Doudaklian mengatakan bisnisnya sukses, tetapi itu diraih lewat kerja keras.

"Kadang-kadang kami merasa lelah, tapi puas. Saya bahagia kalau pelanggan senang dengan hasil pekerjaan kami, dan mereka tersenyum," ujar Doudaklian.

Dan itulah yang dirasakan salah seorang pelanggan, Sarah John. John mengatakan, "Dia hebat. Saya seperti mendapatkan sepasang sepatu baru, setelah dia mereparasinya. Kami merasa beruntung dengan kehadirannya di Falls Church."

Doudaklian telah menerima penghargaan termasuk Bisnis Terbaik dari Kota Falls Church dan memenangkan Piala Perak dalam kontes reparasi sepatu tahun lalu.

Doudaklian juga menyumbangkan amal kepada komunitasnya. Dia mendandani sepatu-sepatu pelanggan yang sudah usang dan tidak digunakan, lalu menyumbangkannya ke badan-badan amal yang disalurkan kepada para tuna wisma dan orang lain yang membutuhkan.

"Sebelum disumbangkan, kami berupaya membuat sepatu-sepatu itu terlihat lebih baik dari sebelumnya. Memang bukan sepatu baru, tapi tentunya sangat bermanfaat bagi mereka yang tidak memiliki satupun alas kaki," ujar Doudaklian.

Doudaklian berharap suatu hari dia bisa memiliki lebih banyak waktu untuk membuat sepatu dan tas baru bagi para pelanggannya.
XS
SM
MD
LG