Tautan-tautan Akses

AS

Antisipasi Deportasi, Imigran Gelap di AS Pelajari Hak


Imigran Meksiko Alejandro Ruiz of Michoacan menggendong bayinya yang berusia dua bulan, Antonia, di ruang tunggu rumah sakit di Salinas, California.

Imigran Meksiko Alejandro Ruiz of Michoacan menggendong bayinya yang berusia dua bulan, Antonia, di ruang tunggu rumah sakit di Salinas, California.

Di seluruh AS, kelompok-kelompok hak imigran lokal telah mengajarkan para imigran gelap mengenai hak mereka seandainya mereka ditahan oleh polisi atau petugas imigrasi.

Di banyak bagian Amerika, kelompok-kelompok setempat melatih imigran gelap mengenai hak-hak mereka jika ditahan oleh pihak berwenang, misi yang makin mendesak menghadapi janji-janji presiden terpilih Donald Trump untuk bertindak keras terhadap masalah imigrasi.

Bunyi ketukan sangat keras. Cukup keras sehingga membuat peserta berhenti dan mendengarkan, sebagaimana yang diinginkan oleh sponsor lokakarya CASA de Maryland di kota Hyattsville.

Sekitar 100 orang menghadiri sesi pelatihan singkat yang menunjukkan kepada mereka bagaimana mereka bisa melindungi diri sendiri dan keluarga mereka selama berlangsung penggerebekan imigrasi atau penangkapan. Pejabat CASA ingin imigran gelap mengetahui dengan baik dan mengetahui hak konstitusi mereka setara dimana saja di Amerika.

(“Kita semua harus mengetahui hak-hak tersebut dan bagaimana menegakkannya : Hak untuk diam. Hak untuk mendapat pengacara dalam kasus penangkapan. Dan hanya memberikan nama dan bahwa Anda tinggal di negara bagian Maryland. Hanya itu informasi yang kita perlu berikan,” kata Alma Couvorthie, seorang koordinator kelompok komunitas di Maryland.

Presiden terpilih Donald Trump telah berjanji untuk memerangi imigrasi gelap dengan menjanjikan membangun tembok sepanjang perbatasan Meksiko dan mendeportasi orang-orang yang tinggal di Amerika secara ilegal. (

“Trump punya kekuasaan besar dan menakutkan kita," kata Maria Herrera, seorang imigran gelap penerima program Penangguhan Tindakan bagi imigran Anak-anak / DACA, perintah eksekutif Presiden Barack Obama yang melindungi jutaan imigran gelap yang datang ke Amerika ketika masih anak-anak.

Herrera mengatakan Trump bisa membatalkan DACA dengan keputusannya.

“Saya sangat cemas dengan hal-hal yang bisa dilakukan Trump jika pada suatu hari ia memutuskan untuk membatalkan DACA karena banyak orang akan terpisah dari keluarga. Saya tidak tahu, saya datang hari ini hanya untuk mendapat informasi karena mungkin tidak punya banyak informasi seperti penyelenggara,” imbuhnya.

Dan Stein adalah pimpinan Federasi Reformasi Imigrasi Amerika. Ia mengatakan memahami masa yang tidak menggembirakan bagi orang-orang seperti Maria Herrera. Tapi Stein mengatakan bahwa pada akhirnya lokakarya seperti yang dilakukan CASA akan mempersulit pihak berwenang untuk menegakkan UU.

"Apa yang sebenarnya dilakukan organisasi-organisasi ini adalah mempersulit penegak hukum untuk menentukan siapa yang berhak berada di Amerika dan siapa yang tidak, tujuannya adalah menghambat pekerjaan penegak hukum imigrasi,” tutur Stein.

Sementara sebagian menduga akan ada penindakan keras terhadap imigran gelap oleh Trump, kalangan lainnya mengatakan sebaiknya memanfaatkan waktu sebelum ia menjabat guna memperoleh informasi sebanyak-banyaknya.

“Ini negara saya. Saya tidak dilahirkan disini tapi dibesarkan di sini. Setiap saya bangun ini tempat yang saya kenal baik. Saya tidak melihat tempat lainnya jadi saya tidak takut kalau dissini,” ujar Jose Perez, seorang imigran gelap lainnya.

Trump sebelumnya mengekspresikan rasa simpati terhadap 741 ribu orang yang tercakup dalam DACA yang dimulai tahun 2012. Tapi ia tidak mengesampingkan ide untuk membatalkannya. [my/jm]

XS
SM
MD
LG