Tautan-tautan Akses

IMF Tunda Keputusan Sertakan Yuan Sebagai Mata Uang Cadangan


Seorang teller bank menghitung uang kertas yuan di sebuah bank di Lianyungang, provinsi Jiangsu, China, 11 Agustus 2015.

Seorang teller bank menghitung uang kertas yuan di sebuah bank di Lianyungang, provinsi Jiangsu, China, 11 Agustus 2015.

IMF mengatakan akan menunda keputusannya terkait penetapan mata uang China sebagai salah satu mata uang cadangan hingga setahun ke depan.

Mata uang cadangan disimpan oleh bank-bank sentral untuk membayar kewajiban utang internasional atau mempengaruhi nilai tukar uang. Mata uang tersebut termasuk dollar, yen, euro dan pound. Mata uang cadangan IMF seharusnya bisa digunakan dengan bebas dan bisa diperdagangkan dengan luas di dunia internasional. China secara ketat mengontrol nilai tukar uang mereka dan arus mata uang yang masuk dan keluar negaranya.

Christopher Whalen dari Kroll Bond Rating Agency mengatakan mata uang China, yuan, belum akan menjadi mata uang cadangan sampai Beijing mengijinkan mata uang tersebut untuk bisa diperdagangkan dengan bebas.

Pemerintah China mengguncang mata uang asing dan pasar saham baru-baru ini ketika mengijinkan nilai yuan turun dengan tajam. Beijing mengatakan langkah tersebut adalah langkah menuju metode yang berorientasi pasar untuk menentukan nilai tukar uang. Pengkritik Beijing mengatakan itu adalah langkah untuk memberikan keuntungan pada ekspor China di pasar global.

Beberapa informasi di laporan ini diambil dari Reuters.

XS
SM
MD
LG