Tautan-tautan Akses

IMF Ancam Hentikan Bantuan Ukraina


Kepala Dana Moneter IMF Christine Lagarde (Foto: dok.)

Kepala Dana Moneter IMF Christine Lagarde (Foto: dok.)

Kepala Dana Moneter Internasional IMF Christine Lagarde hari Rabu (10/2) mengatakan Ukraina bisa kehilangan dana talangan sebesar 17,5 miliar dolar kecuali jika mempercepat reformasi politik dan memangkas korupsi.

"Tanpa upaya substansial baru untuk memperkuat reformasi pemerintahan dan memerangi korupsi, sulit melihat bagaimana program yang didukung IMF bisa dilanjutkan dan berhasil," ujar Lagarde dalam pernyataan kerasnya.

Krisis di Ukraina telah memuncak sejak pengunduran tiba-tiba menteri ekonomi yang reformis Aivaras Abromavicius, memprotes meluasnya penyuapan dan korupsi negara.

Pengunduran diri Abromavicius menyorot perpecahan di dalam koalisi yang berkuasa dengan kinerja yang kurang baik dalam reformasi yang dijanjikan sesuai program IMF.

Lagarde, yang pekan lalu mengatakan alasan pengunduran diri Abromavicius itu merisaukan, hari Rabu menyampaikan kecaman lebih jauh dengan mengatakan ia prihatin tentang lambatnya kemajuan upaya mengatasi korupsi dan "mengurangi pengaruh kepentingan pribadi dalam pembuatan kebijakan."

Beberapa negara Barat lain yang mendukung Ukraina telah mengingatkan supaya negara itu tidak mengulangi kesalahan yang sama pada masa silam ketika optimisme "Revolusi Oranye" pro-Eropa tahun 2004 terkikis karena kegagalan memberantas korupsi.

"Penting bagi kepemimpinan Ukraina untuk bertindak sekarang dan menempatkan kembali negara itu pada jalur reformasi yang menjanjikan," tambah Lagarde.

Jika IMF benar-benar menerapkan ancamannya, maka badan dunia itu akan membekukan seluruh peminjaman pada masa depan, sesuai program bantuan empat tahun yang bernilai 17,5 miliar dolar, yang disepakati bulan Maret 2015 lalu dengan syarat Ukraina yang kehabisan uang tunai segera melakukan reformasi drastis. Hingga saat ini IMF telah mengucurkan anggaran sebesar 6,7 milyar dolar. [em/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG