Tautan-tautan Akses

ILO, Bangladesh Luncurkan Program Perbaikan Standar Kerja Buruh Garmen

  • Anjana Parischa

Buruh garmen di Bangladesh. Upah minimum buruh di Bangladesh adalah yang terendah di Asia, yaitu 38 dolar sebulan (foto: dok).

Buruh garmen di Bangladesh. Upah minimum buruh di Bangladesh adalah yang terendah di Asia, yaitu 38 dolar sebulan (foto: dok).

Prakarsa itu terlaksana enam bulan setelah terjadi bencana terburuk dalam industri garmen negara itu yang menewaskan lebih dari 1.100 orang bulan April lalu.

Organisasi Buruh Internasional atau ILO dan pemerintah Bangladesh telah meluncurkan sebuah program untuk memperbaiki standar kerja bagi hampir empat juta karyawan pabrik garmen di negara itu.

Prakarsa itu terlaksana enam bulan setelah terjadi bencana terburuk dalam industri garmen negara itu yang menewaskan lebih dari 1.100 orang, dan menimbulkan sorotan pada kondisi kerja yang berbahaya di sektor yang sedang berkembang itu.

Wakil Direktur Jenderal untuk operasi lapangan Organisasi Buruh Internasional, Gilbert Huongbo mengatakan fokus utama prakarsa baru itu adalah pelaksanaan efektif undang-undang perburuhan baru yang mengizinkan para karyawan membentuk serikat kerja.

Program yang akan dimulai dalam tiga setengah tahun kedepan diresmikan di Dhaka, hari Selasa (22/10).

Huongbo mengatakan kepada VOA serikat-serikat buruh bisa memainkan peran penting dalam mendapatkan standar kerja yang lebih baik bagi karyawan pabrik garmen di Bangladesh.

“Undang-undang perburuhan baru itu memberikan perlindungan yang jauh lebih baik bagi para karyawan untuk bergabung dalam serikat buruh. Kebebasan persatuan lebih efektif. Pada masa lalu pembentukan serikat buruh sulit dilakukan. Jadi ini merupakan perbaikan dalam hal perundingan bersama,” papar Huongbo.

Sampai sekarang, para karyawan harus mendapat izin dari pemilik pabrik untuk membentuk serikat buruh , suatu hal yang tidak dikehendaki oleh majikan. Banyak keluhan adanya pelecehan yang disampaikan oleh para pemimpin buruh.

Program tersebut juga akan berfokus pada keselamatan kerja yang lebih baik. Ini akan menyangkut pemeriksaan ribuan pabrik mengenai keamanan bangunan dan keamanan terhadap kebakaran.

Pabrik-pabrik yang tidak aman atau membahayakan akan diperbaiki. Tetapi ILO menegaskan perlunya inspeksi yang bisa diandalkan.

Dua kecelakaan besar dalam setahun ini telah menekan Bangladesh untuk memperbaiki secara radikal kondisi kerja di pabrik-pabrik garmennya, yang memproduksi pakaian untuk merek-merek terkenal di dunia.

Bulan November lalu sebuah pabrik pakaian terbakar menewaskan 110 karyawan. Sementara pada bulan April tahun ini, lebih dari 1.100 orang karyawan tewas ketika gedung bertingkat delapan runtuh. Ada lagi beberapa kecelakaan kecil yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan.

Program baru tersebut juga mencakup rehabilitasi dan pelatihan bagi mereka yang cedera akibat bencana.

Gilbert Huongbo dari ILO mengatakan, kalau rencana mereka telah dilaksanakan, keadaan di sektor pabrik garmen akan membaik. Tetapi dia menekankan perlunya untuk berhati-hati.

Usaha untuk memperbaiki kondisi kerja di Bangladesh didukung oleh organisasi-organisasi aktivis seperti organisasi 'Clean Clothes Campaign' yang berpusat di Eropa.

Hari Senin, organisasi itu memulai kampanye “Membayar gaji yang memenuhi standar kehidupan” bagi karyawan pabrik garmen di Bangladesh dan negara-negara Asia lainnya. Upah minimum buruh di Bangladesh adalah yang terendah di Asia, yaitu 38 dolar sebulan.
XS
SM
MD
LG