Tautan-tautan Akses

Ilmuwan Yakin Gunung-gunung di Pluto adalah Gunung Berapi Es


Sebuah gambar yang menunjukkan permukaan Pluto tertangkap oleh pesawat antariksa NASA New Horizons. (Foto: NASA/JHUAPL/SwRI)

Sebuah gambar yang menunjukkan permukaan Pluto tertangkap oleh pesawat antariksa NASA New Horizons. (Foto: NASA/JHUAPL/SwRI)

Para ilmuwan mengakui bahwa gagasan tentang gunung berapi di Pluto kedengarannya gila, tapi itu satu-satunya gagasan yang bisa menjelaskan keberadaan gunung-gunung itu.

Para ilmuwan telah menemukan sesuatu yang diduga sebagai pegunungan berapi yang memuntahkan es ke permukaan Pluto, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana planet mungil tersebut geologinya begitu aktif, menurut sebuah riset yang dipresentasikan pada hari Senin (9/11).

Penemuan tersebut, yang dipublikasikan di sela-sela pertemuan American Astronomical Society di National Harbor, Maryland, menggambarkan Pluto dan bulan-bulannya sebagai benda langit yang lebih kompleks daripada yang diperkirakan.

"Apa yang ada di Pluto mengejutkan kita," kata ilmuwan planet Alan Stern, yang berkerja di Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, pada para wartawan dalam sebuah konferensi pers yang dilakukan lewat webcast.

Stern memimpin tim yang mengurusi pesawat antariksa NASA "New Horizons", yang melewati Pluto pada 14 Juli lalu.

Foto-foto dan pengukuran-pengukuran partikel yang diambil saat itu sedang dikirimkan kembali ke Bumi.

Sekitar 50 laporan yang akan dipresentasikan oleh para ilmuwan minggu ini menggambarkan dua gunung di permukaan Pluto, masing-masing ukuran diameternya lebih dari 161 kilometer, serta tingginya beberapa kilometer. Permukaan gunung tersebut mempunyai cekungan yang mirip dengan gunung berapi yang ditemukan di Mars dan Bumi.

"Hal ini tidak pernah dilihat sebelumnya di luar sistem tata surya," kata ilmuwan New Horizons Oliver White, yang bekerja di Pusat Riset NASA Ames di Moffett Field, California.

Alih-alih memuntahkan batu, gunung api di Pluto menyemburkan air beku, dan cairan beku lainnya seperti nitrogen, amonia atau metana.

White mengakui bahwa adanya gunung berapi di Pluto, yang jauhnya 30 kali lipat dari jarak Bumi ke matahari, kedengarannya gila, "tapi yang itu satu-satunya yang bisa menjelaskan keberadaan gunung-gunung tersebut."

"Apapun itu, benar-benar aneh," kata White.

Pesawat antariksa "New Horizons" dipamerkan di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida. sebelum diluncurkan ke planet Pluto (foto: dok).

Pesawat antariksa "New Horizons" dipamerkan di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida. sebelum diluncurkan ke planet Pluto (foto: dok).

Pesawat "New Horizons" juga menemukan beberapa cekungan di permukaan Pluto, yang terbesar panjangnya lebih dari 322 km. Puncak cekungan tersebut berada 4 km dari dasarnya, sekitar dua kali lebih tinggi daripada dinding-dinding Grand Canyon.

"Begitu banyaknya cekungan-cekungan besar di daerah tersebut di Pluto mengindikasikan bahwa lapisan tersebut telah mengalami banyak perluasan sepanjang sejarahnya," kata White.

Para ilmuwan menduga peluruhan alami elemen radioaktif di inti Pluto adalah sumber panas yang membentuk gunung itu.

"New Horizons" sesuai jadwal akan kembali melewati dunia beku mini di kawasan "Sabuk Kuiper" pada sistem tatasurya kita di bulan Januari 2019, yaitu kawasan yang menjadi rumah Pluto, bulan-bulan Pluto, dan jutaan benda-benda es lainnya. [dw]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG