Tautan-tautan Akses

Ilmuwan Temukan Kaitan Presipitasi dan Pemanasan Global


Meningkatnya gas rumah kaca dan penipisan lapisan ozon, mempengaruhi pola sirkulasi di atmosfer serta mendorong badai ke arah kutub (foto: ilustrasi).

Meningkatnya gas rumah kaca dan penipisan lapisan ozon, mempengaruhi pola sirkulasi di atmosfer serta mendorong badai ke arah kutub (foto: ilustrasi).

Para ilmuwan di California, AS mengatakan bahwa pemanasan global meningkatkan kelembaban, yang membuat daerah-daerah yang basah semakin basah, dan yang kering semakin kering.

Para ilmuwan di Lawrence Livermore National Laboratory di California melaporkan bahwa perubahan-perubahan dalam presipitasi di daratan dan lautan tidak dapat dijelaskan oleh variabilitas alam saja dan berdampak langsung pada aktivitas manusia.

Dalam suatu penelitian baru, Kate Marvel dan Celine Bonfils membandingkan prediksi model iklim dengan data cuaca yang diamati selama lebih dari tiga dekade.

Mereka mencatat bahwa suhu global yang lebih tinggi meningkatkan kelembaban, yang membuat daerah-daerah yang basah semakin basah, dan yang kering semakin kering.

Selain itu, meningkatnya gas-gas rumah kaca dan penipisan ozon mempengaruhi pola sirkulasi di atmosfer, mendorong badai ke arah kutub.

Dalam artikel yang dimuat pada jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences, mereka menyatakan bahwa meskipun fluktuasi alami iklim dapat mendorong intensifikasi hujan atau salju, atau pergeserannya ke arah kutub, jarang sekali kedua efek itu terjadi bersamaan secara alami.

Kate Marvel menyimpulkan bahwa pengaruh eksternal seperti meningkatnya gas-gas rumah kaca bertanggungjawab atas perubahan-perubahan tersebut.
XS
SM
MD
LG