Tautan-tautan Akses

Ilmuwan Teliti Kebiasaan Kawin Parasit Bersel Tunggal

  • Joe de Capua

Lalat tsetse membawa parasit yang menyebabkan penyakit tidur di daerah tropis di Afrika (foto: dok).

Lalat tsetse membawa parasit yang menyebabkan penyakit tidur di daerah tropis di Afrika (foto: dok).

Para ilmuwan sedang mencermati kebiasaan kawin organisme mikroskopis bersel tunggal yang disebut 'trypanosoma', termasuk parasit yang menyebabkan penyakit tidur Afrika.

Para ilmuwan mengatakan apa yang terjadi antara dua parasit dapat berdampak besar pada manusia.

Peneliti Wendy Gibson mengatakan dalam hal parasit bersel tunggal yang dikenal sebagai trypanosoma, seks adalah isu yang penting. Parasit ini dulunya diduga berkembang biak dengan cara membelah dua. Kini, tetapi para ilmuwan mengatakan mereka bereproduksi secara seksual.

“Ini penting karena jika mereka bisa kawin, berarti mereka dapat bertukar gen. Misalnya, jika ada jenis parasit yang resisten terhadap obat tertentu dan kawin dengan pasangan yang tidak resisten, maka pasangannya dapat menukar gen itu dengan gen yang kebal terhadap obat tersebut. Hasilnya adalah parasit baru yang juga resisten terhadap obat. Itu berbahaya,” kata Gibson.

Gibson yang bekerja sebagai Profesor Protozoologi di Universitas Bristol, Inggris menambahkan, “Penyakit tidur adalah penyakit yang sangat jahat. Ini dibawa oleh lalat tsetse di daerah tropis Afrika. Dan sekarang, untungnya, jumlah kasus penderita yang dicatat oleh Organisasi Kesehatan Dunia, telah turun menjadi kurang dari 10.000. Tapi beberapa tahun yang lalu penyakit itu pernah melanda populasi yang besar .”

Kasus penyakit tidur telah berkurang karena diagnosis dini, pengobatan menyeluruh dan usaha pemusnahan populasi lalat tsetse. Tapi Gibson mengatakan penyakit itu bisa saja muncul lagi.

“Seorang rekan pernah menggambarkan penyakit tidur sebagai naga tidur. Ini tidak akan pernah hilang karena masalahnya adalah ada hewan yang menjadi sumber penyakit itu. Jadi meskipun tidak ada manusia yang terjangkit penyakit itu di suatu wilayah, penyakit itu dapat menjangkiti hewan, misalnya, hewan ternak atau hewan liar. Dan tentu saja apabila lalat tsetse menjangkiti hewan, siklus penularan akan terus terjadi. Dan penyakit itu bisa saja kembali lagi ke populasi manusia,” paparnya.

Karena itu, kata Gibson, penting untuk memahami reproduksi seksual pada mikroba.

“Salah satu alasan mengapa kita khawatir akan wabah influenza berikutnya, adalah karena influenza disebabkan virus, tetapi virus-virus itu juga berpadu menjadi virus yang lebih berbahaya. Memang proses reproduksi seksualnya berbeda dengan parasit ini, tapi mekanisme penggabungan gen-nya sama. Dan, pada virus flu, kemungkinan bisa membentuk varian baru. Kita tidak tahu sekuat apa variannya, jenis penyakit apa yang akan disebabkan dan seberapa cepat penyebarannya,” ujarnya.

Studi tentang reproduksi seksual mikroba membantu menjelaskan cara penyebaran penyakit dan pembentukkan varian baru.

Trypanosoma adalah bagian dari kelompok organisme yang dikenal sebagai protozoa. Trypanosoma juga termasuk mikroba yang menyebabkan penyakit seperti leishmaniasis, yang mempengaruhi organ-organ internal - giardiasis, gangguan usus - dan trikomoniasis, yang merupakan penyakit menular seksual.
XS
SM
MD
LG