Tautan-tautan Akses

Ilmuwan: Samudera dengan Cepat Kehilangan Oksigen


Seorang pria berjalan di tepi pantai Coco, Darusalam, Tanzania, 31 Oktober 2014 (Foto: dok).

Seorang pria berjalan di tepi pantai Coco, Darusalam, Tanzania, 31 Oktober 2014 (Foto: dok).

Di sejumlah daerah, sudah ada yang disebut zona mati, di mana ikan-ikan tidak memiliki cukup oksigen untuk hidup dan mati atau berenang ke tempat-tempat yang aman.

Ikan-ikan membutuhkan oksigen untuk bernapas seperti manusia, dan dua laporan baru mengatakan oksigen semakin berkurang di sejumlah lautan di dunia.

Menurut Pusat Penelitian Atmosfer Nasional Amerika akibat perubahan angin dan suhu yang disebabkan oleh pengaruh utama pemanasan global yang mengakibatkan suhu permukaan air menjadi hangat, akibatnya lautan kurang menyerap oksigen.

Di sejumlah daerah, sudah ada yang disebut zona mati, di mana ikan-ikan tidak memiliki cukup oksigen untuk hidup dan mati atau berenang ke tempat-tempat yang aman.

Air bersuhu dingin menyerap dan menahan lebih banyak oksigen dibanding air bersuhu hangat, selagi air terus menghangat laporan itu memperkirakan kemampuan alam dalam mengatasi kesulitan ini menjadi kewalahan menjelang awal tahun 2030-an.

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Global Biogeochemical Cycles, badan peneliti itu mengatakan penurunan kadar oksigen sudah dapat dilihat di beberapa bagian Samudera Pasifik.

Para ilmuwan memperingatkan meskipun kita mengekang tingkat emisi CO2 sekarang, kerusakan ekosistem laut mungkin sudah tidak dapat diperbaiki kembali. [zb/al]

XS
SM
MD
LG