Tautan-tautan Akses

Ilmuwan Gunakan Wikipedia untuk Lacak Penyebaran Flu


Seorang bocah laki-laki mendapat suntikan vaksinasi anti-influenza di sebuah klinik di Boston, Massachusetts.

Seorang bocah laki-laki mendapat suntikan vaksinasi anti-influenza di sebuah klinik di Boston, Massachusetts.

Para ilmuwan melacak penyebaran flu dengan melihat berapa banyak orang yang mengunjungi artikel-artikel Wikipedia mengenai flu dan gejala-gejalanya.

Para ilmuwan barangkali telah menemukan cara terbaik untuk melacak penyebaran flu: Melihat berapa banyak orang yang mengunjungi artikel-artikel Wikipedia mengenai flu dan gejala-gejalanya.

Para peneliti di Rumah Sakit Anak-Anak Boston, Fakultas Kedokteran Harvard, mengatakan teknik itu lebih cepat dua minggu dalam memperkirakan tingkat flu dibandingkan yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit (CDC). Cara ini juga 17 persen lebih baik daripada data Tren Flu Google, menurut para peneliti.

"Memiliki perkiraan tepat mengenai apa yang terjadi pada masyarakat adalah penting untuk secara akurat merencanakan strategi-strategi vaksin dan mengoordinasikan kesehatan publik dan personel medis," ujar Dr. David McIver, salah satu peneliti.

“Semakin cepat mengetahui beban flu, semakin baik kita mendistribusikan sumber-sumber daya dan membatasi penyebaran penyakit."

CDC memperkirakan bahwa flu menewaskan antara 3.000 dan 49.000 warga Amerika setiap tahun.

"Setiap musim influenza memberikan tantangan dan ketidakpastian baru bagi publik dan komunitas kesehatan publik," tulis tim peneliti dalam pernyataan.

"Kami berharap dengan metode pengawasan influenza ini, kami bisa mendapatkan data yang tersedia secara publik untuk membantu orang-orang mendapatkan informasi akurat, hampir 'real-time' mengenai tingkat beban penyakit di masyarakat."

Untuk mendapatkan data tersebut, peneliti McIver dan Dr. John Brownstein, “menghitung jumlah artikel-artikel Wikipedia tertentu yang diakses setiap hari dari Desember 2007 sampai Agustus 2013."

Menurut McIver, mereka melihat secara total 35 artikel Wikipedia, termasuk beberapa yang dimaksudkan untuk menarik lalu lintas laman, seperti Halaman Utama Wikipedia.

Para peneliti mengatakan model yang dilakukan bekerja baik selama musim-musim flu parah dan wabah H1N1 pada 2009.

Meski data tersebut lebih cepat dalam memprediksi penyebaran flu, McIver mengatakan hal itu tidak seharusnya menggantikan data CDC atau Google.

"Sulit dikatakan bahwa data ini lebih baik daripada data CDC karena sumber informasinya sangat berbeda," ujarnya.

"Semua metode untuk memperkirakan aktivitas flu memiliki pro dan kontra. Cara terbaik untuk mengukur jenis beban penyakit ini barangkali adalah sebuah sistem yang menggabungkan jenis-jenis data yang berbeda, untuk mendapatkan gambaran lebih besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam populasi."

Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal PLoS Computational Biology.
XS
SM
MD
LG