Tautan-tautan Akses

Ilmuwan Kembangkan Vaksin Ebola Tanpa Suntik


FILE - A researcher holds a vial of an experimental Ebola vaccine in Oxford, England, Sept. 17, 2014.

FILE - A researcher holds a vial of an experimental Ebola vaccine in Oxford, England, Sept. 17, 2014.

Ilmuwan telah mengembangkan vaksin Ebola dosis tunggal tanpa jarum yang melindungi monyet agar tidak terkena infeksi selama lebih dari empat bulan.Vaksin tersebut diberikan melalui hidung, dan melindungi hewan primata melalui saluran pernapasan.

Satu keuntungan utamanya, menurut ilmuwan Maria Croyle dari University of Texas di Austin, adalah vaksin tersebut bisa mencegah transmisi virus secara tidak sengaja lewat sampah jarum yang tidak dibuang dengan semestinya.

Berita tentang vaksin tersebut dilaporkan dalam Molecular Pharmaceuticals, sebuah jurnal American Chemical Society.

Vaksin yang dihirup tersebut menggunakan adenovirus yang tidak berbahaya, yang mengakibatkan demam biasa. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan kera, tidak ada satupun dari ketiga primata tersebut yang diberi vaksin yang tertular virus Ebola setidaknya selama 21 minggu setelahnya. Para ilmuwan juga memberikan vaksin tersebut kepada kera melalui suntikan intravena, yang juga melindungi hewan tersebut.

Para peneliti mengatakan formula tersebut masih butuh penyempurnaan. Formula vaksin yang diberikan di bawah lidah juga sedang dikembangkan.

Setidaknya dua calon vaksin untuk mencegah Ebola sedang diujicoba di Amerika Serikat dan Afrika.

XS
SM
MD
LG