Tautan-tautan Akses

Ilmuwan Kembangkan Vaksin Ebola Tanpa Jarum Suntik


Seorang ilmuwan meneliti vaksin Ebola di laboratorium (foto: dok).

Seorang ilmuwan meneliti vaksin Ebola di laboratorium (foto: dok).

Vaksin ebola yang diujicoba pada kera itu diberikan melalui hidung dan masuk ke saluran pernafasan.

Sekelompok periset telah mengembangkan vaksin Ebola berdosis tunggal tanpa jarum suntik yang melindungi monyet agar tidak tertular virus itu selama lebih dari empat bulan. Vaksin itu diberikan melalui hidung dan masuk ke saluran pernafasan.

Satu keunggulan utama, menurut periset Maria Croyle dari Universitas Texas di Austin, Amerika, adalah vaksin itu bisa mencegah penularan virus Ebola yang tidak sengaja dari jarum suntik yang terkontaminasi.

Laporan tentang vaksin ini diterbitkan dalam Molecular Pharmaceuticals, jurnal Kalangan Pakar Kimia Amerika.

Vaksin hirup tersebut menggunakan virus flu biasa yang tidak berbahaya. Dalam kajian terhadap tiga kera macaque yang ditulari virus Ebola, tidak satupun dari hewan primata itu terjangkit virus Ebola 21 minggu kemudian.

Para periset itu juga memberi vaksin tersebut kepada kera-kera itu lewat suntikan yang juga melindungi mereka.

Tim tersebut mengatakan formula vaksin itu masih perlu dikaji lebih lanjut. Formula vaksin yang bisa diberikan lewat bagian bawah lidah juga sedang dikembangkan.

Ada dua jenis vaksin lain untuk melawan Ebola sedang dalam ujicoba klinis di Amerika dan Afrika.

XS
SM
MD
LG