Tautan-tautan Akses

Ilmuwan: Bilingual Berpandangan Lebih Fleksibel


FILE - Seorang siswa yang berbicara bahasa Spanyol di rumah, mengerjakan soal di kelas Bahasa Inggris di Coral Way K-8 Center, Miami, Florida.

FILE - Seorang siswa yang berbicara bahasa Spanyol di rumah, mengerjakan soal di kelas Bahasa Inggris di Coral Way K-8 Center, Miami, Florida.

Menurut penelitian baru, berbicara dua bahasa bisa mempengaruhi bagaimana seseorang memandang dunia di sekitar mereka dengan memberikan penekanan berbeda pada beberapa reaksi.

Psycholinguis dari Universitas Lancaster Inggris mengatakan orang yang bisa berbicara dua bahasa atau bilingual mungkin mempunyai cara berpikir yang lebih fleksibel dengan memperhatikan hal-hal yang inheren yang ditekankan di budaya yang berbeda-beda.

Mereka mencontohkan orang yang bisa berbahasa Jepang biasanya mengelompokkan obyek berdasarkan terbuat dari bahan apa obyek tersebut dan bukannya dari bentuknya. Sementara orang yang bisa berbahasa Korea menekankan bagaimana benda-benda tersebut bisa dikelompokkan bersama.

Begitu pula dalam bahasa Rusia yang mempunyai kata-kata yang berbeda atau lebih memberikan perbedaan yang detil antara warna-warna biru terang dan biru gelap, sementara dalam bahasa Inggris tidak ada.

Uji coba lainnya menunjukkan bahwa setelah teralihkan dari satu bahasa, jawaban orang bilingual cenderung terpengaruh oleh bahasa kedua. Dengan kata lain, orang yang bisa berbahasa Inggris-Jerman bersikap seperti orang Jerman pada umumnya ketika bahasa Inggris mereka "diblok" dengan mengulangi angka-angka dalam bahasa Jerman. Hal itu juga terjadi sebaliknya.

Ilmuwan Universitas Lancaster menyimpulkan bahwa seorang bilingual mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi antara perspektif yang berbeda untuk sampai pada suatu kesimpulan tentang dunia di sekitar mereka.

Kritik mengatakan uji coba tersebut hanya merupakan eksperimen laboratorium dan penemuan yang dihasilkan mungkin tidak bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

XS
SM
MD
LG