Tautan-tautan Akses

Assad Ganti Menteri Pertahanan, 3 Negara Arab Tarik Dubesnya dari Suriah


Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad semakin mendapat tekanan internasional, termasuk ditariknya para Duta Besar tiga negara Teluk.

Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad semakin mendapat tekanan internasional, termasuk ditariknya para Duta Besar tiga negara Teluk.

Bahrain dan Kuwait mengikuti jejak Arab Saudi menarik duta besar mereka dari Damaskus, sebagai protes atas tindakan kekerasan Suriah.

Televisi pemerintah Suriah mengatakan Presiden Bashar al-Assad telah mengganti menteri pertahanannya, sementara Damaskus semakin ditekan oleh negara-negara Arab tetangganya sehubungan penumpasan maut terhadap pemberontakan oposisi.

Laporan televisi itu mengatakan Assad telah menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat Suriah, Jenderal Dawoud Rajha, sebagai menteri pertahanan yang baru Senin, menggantikan Jendral Ali Habib. Ini merupakan perubahan paling signifikan dalam pemerintahan Suriah sejak protes di seluruh negeri berkembang menentang kekuasaan otokratik Assad.

Sementara itu, Bahrain dan Kuwait mengikuti jejak Arab Saudi menarik duta besar mereka dari Damaskus, sebagai protes atas tindakan kekerasan Suriah terhadap para pembangkang politik yang mulai berunjukrasa menentang pemerintah hampir lima bulan silam.

Menteri Luar Negeri Bahrain dan Kuwait hari Senin menyatakan mereka menarik duta besar dari ibukota Suriah untuk melakukan konsultasi. Arab Saudi menjadi negara Arab pertama yang melakukan demikian hari Minggu malam, meningkatkan tekanan internasional terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad agar berhenti menggunakan kekuatan terhadap demonstran yang menuntut kekuasaannya diakhiri.

Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Mohammed al-Sabah juga mengatakan ia akan bertemu sejawatnya dari Dewan Kerjasama Teluk yang beranggota enam negara dalam waktu dekat, untuk membahas situasi di Suriah.

Penarikan duta besar itu menyusul jatuhnya korban paling banyak dalam sepekan terakhir sejak pemberontakan dimulai lima bulan lalu. Para aktivis HAM menyatakan pasukan Suriah yang didukung tank-tank telah menewaskan ratusan orang di kota Hama, Suriah Tengah, kota Deir el-Zour di timur dan beberapa wilayah lain dalam beberapa hari terakhir.

Para aktivis dan warga menyatakan tembakan artileri dimulai kembali hari Senin di kota Deir el-Zour di bagian timur, di mana pasukan keamanan yang didukung kendaraan-kendaraan lapis baja melancarkan serangan sejak hari Minggu. Kelompok-kelompok HAM menyatakan sedikitnya 42 orang tewas di kota itu hari Minggu. Para aktivis mengatakan, pasukan Suriah juga menyerbu Maaret al-Numan di provinsi Idlib, hari Senin, dan menghalangi warga masuk atau keluar kota itu.

Di Kairo, pemimpin Al-Azhar, sebuah lembaga Islam Suni yang berpengaruh mengatakan Senin, pemerintah Suriah harus menghentikan pertumpahan darah segera dan menyebutnya sebuah tragedi yang sudah berlangsung terlalu jauh. Sheikh Ahmed al-Tayeb juga menyerukan kepada pemimpin Suriah agar menanggapi “tuntutan sah” dari rakyatnya.

XS
SM
MD
LG