Tautan-tautan Akses

Iklim Ekstrim Picu Strategi Persatuan dalam Meteorologi di Afrika

  • Joe de Capua

Pohon kayubesi (Prosopis africana) di Senegal, Afrika Barat, adalah salah satu pohon yang mati akibat perubahan iklim.

Pohon kayubesi (Prosopis africana) di Senegal, Afrika Barat, adalah salah satu pohon yang mati akibat perubahan iklim.

Walaupun persetujuan internasional mengenai iklim masih belum jelas, negara-negara Afrika sedang bergerak menuju strategi persatuan.

Afrika telah mengalami keadaan iklim yang lebih ekstrim dalam tahun-tahun belakangan ini dengan semakin tingginya suhu global.

Dr. Joseph Mukabana mengatakan benua Afrika berada di garis depan dalam menghadapi perubahan iklim.

Ia mengatakan, ini telah menghasilkan rancangan – yang disebut -- Rencana Implementasi Strategi Afrika yang Terintegrasi mengenai Meteorologi.

”Afrika adalah benua yang paling rawan dalam perubahan iklim. Diantara 48 negara terbelakang, 33 berada di Afrika. Jadi prioritas di Afrika adalah menyesuaikan dengan perubahan iklim. Jadi harus menyesuaikan iri atau mati,” papar Mukabana.

Mukabana adalah Direktur regional untuk Afrika dan Negara-Negara Kurang Maju dalam Organisasi Meteorologi Dunia. Ia mengatakan,
keadaan dan perubahan iklim yang jauh dari Afrika mempunyai dampak terhadap benua itu.

“Es di daerah-daerah kutub mencair, sehingga permukaan laut naik dan pulau-pulau kecil tentu saja terancam tenggelam, dan juga kawasan-kawasan pantai yang letaknya rendah. Jadi, diperkirakan suatu ketika antara 25 sampai 50 tahun dari sekarang, wilayah-wilayah pantai yang letaknya rendah mungkin akan tenggelam, dan itu akan meliputi wilayah-wilayah yang sekarang berpenduduk,” lanjut Mukabana.

Menurutnya, penting sekali melindungi garis pantai Afrika.

“Perusakan wilayah-wilayah pantai juga berdampak pada penduduk wilayah pantai. Misalnya, di beberapa daerah, hutan bakau ditebangi dan hutan bakau sangat baik untuk lingkungan pantai. Batu-batu karang juga terkikis dan hancur. Kalau ukurannya besar terumbu karang bisa membentuk pertahanan alam, kalau terjadi tsunami misalnya. Jadi kalau kita menghancurkan kawasan pantai, itu akan berdampak pada manusia,” lanjut Mukabana.

Sementara permukaan laut yang naik merupakan salah satu persoalan terkait perubahan iklim, kurangnya hujan di beberapa daerah menimbulkan masalah lain, yaitu musim kemarau yang lebih sering.

Untuk mengatasi ancaman perubahan iklim di Afrika, Organisasi Meteorologi Dunia dan Komisi Persatuan Afrika atau African Union Commission mengadakan pertemuan di Nairobi tahun 2010. Hampir 0 menteri dari negara-negara di seluruh benua itu hadir.
XS
SM
MD
LG