Tautan-tautan Akses

Ikhwanul Muslimin Berjanji Terus Berdemonstrasi


Magdy Qorqor (tengah), sekretaris Partai Buruh yang baru dan anggota Ikhwanul Muslimin, berbicara dalam jumpa pers di Kairo (20/8). (Reuters/Youssef Boudlal)

Magdy Qorqor (tengah), sekretaris Partai Buruh yang baru dan anggota Ikhwanul Muslimin, berbicara dalam jumpa pers di Kairo (20/8). (Reuters/Youssef Boudlal)

Menyusul penangkapan pemimpin mereka, kelompok Ikhwanul Muslimin di Mesir menolak mundur dari demonstrasi.

Kelompok Ikhwanul Muslimin di Mesir berjanji akan terus menggelar demonstrasi besar-besaran meskipun pemimpin spiritual mereka telah ditangkap.

Militer Mesir Selasa dini hari (20/8) menangkap Mohamed Badie di sebuah perumahan di Kairo timur, lokasi demonstrasi para demonstran menentang pemerintah militer sementara Mesir selama berminggu-minggu. Video yang ditayangkan di televisi menampilkan tokoh berusia 70 tahun itu duduk di sebuah sofa dengan tangan terlipat diatas pangkuannya, sementara seorang laki-laki berjaga dengan senapan.

Ikhwanul telah menunjuk Mohamed Ezzat, 69, sebagai pemimpin spiritual sementara mereka. Tetapi Ezzat dan Ikhwanul bukan hanya harus berlawanan dengan militer Mesir.

Meski meningkatnya kekhawatiran internasional mengenai penumpasan militer yang telah menewaskan lebih dari 800 orang dalam seminggu ini, banyak warga Mesir dilaporkan menyambut baik kabar penangkapan Badie.

Badie dianggap beberapa kalangan sebagai kekuatan di balik kekuasaan Mohamed Morsi, yang digulingkan militer Mesir pada 3 Juli menyusul demonstrasi besar-besaran selama berhari-hari oleh warga yang tidak puas dengan kepemimpinannya.

Badie akan menghadapi persidangan pada 25 Agustus beserta wakilnya, Khairat el-Shater, yang juga telah ditahan. Keduanya dituduh menyulut aksi kekerasan yang mengakibatkan korban tewas diluar markas besar kelompok itu bulan Juni – beberapa hari sebelum kudeta militer.
XS
SM
MD
LG