Tautan-tautan Akses

Ikea Mengaku Gunakan Buruh Kerja Paksa di Jerman Timur


Raksasa perabotan rumah tangga Swedia, Ikea mengakui pemasoknya mempekerjakan narapidana secara kerja paksa (foto: dok).

Raksasa perabotan rumah tangga Swedia, Ikea mengakui pemasoknya mempekerjakan narapidana secara kerja paksa (foto: dok).

Perusahaan perabotan rumah tangga Swedia, Ikea, mengakui bahwa sebagian pemasoknya menggunakan narapidana yang melakukan kerja paksa di di Jerman Timur.

Ikea, raksasa perabotan rumah tangga berbasis Swedia mengakui bahwa sebagian pemasoknya menggunakan narapidana yang harus melakukan kerja paksa di di Jerman Timur yang dulunya komunis lebih dari dua dasawarsa lalu.

Perusahaan ini merilis sebuah laporan independen Jumat yang menyimpulkan bahwa sebagian manajer Ikea tahu akan kemungkinan bahwa para tahanan politik digunakan untuk membuat produk-produk perusahaan itu. Ikea mengatakan pembuatan perabotan itu terjadi 25 sampai 30 tahun yang lalu, sebelum jatuhnya pemerintahan Jerman Timur dan reunifikasi negara itu sebagai bagian dari Jerman pada tahun 1990.

Laporan itu menyimpulkan bahwa Ikea telah mengambil beberapa langkah untuk mencegah penggunaan buruh kerja paksa, tetapi pengawasannya terbukti tidak memadai.

Perusahaan itu mengatakan, "Kami sangat menyesali hal ini bisa terjadi." Ikea berjanji akan memberikan pendanaan bagi proyek-proyek penelitian tentang kerja paksa di Jerman Timur.
XS
SM
MD
LG