Tautan-tautan Akses

Ikan Lepu Ancam Karang Samudera Atlantik


Ikan lepu atau lionfish di Gray's Reef National Marine Sanctuary di Georgia, Atlanta. (Foto: Dok)

Ikan lepu atau lionfish di Gray's Reef National Marine Sanctuary di Georgia, Atlanta. (Foto: Dok)

Ketiadaan predator alami di Samudera Atlantik menyebabkan ikan lepu atau lionfish dengan cepat berlipat ganda, mengurangi populasi ikan asli hingga 80 persen.

Terumbu karang di Karibia dan sepanjang pantai Atlantik Amerika terancam pertumbuhan populasi ikan lepu (lionfish) yang rakus dan invasif.

Predator bergaris merah itu, yang merupakan ikan asli samudera Hindia dan Pasifik, populer untuk akuarium, dan kemungkinan dilepas ke perairan Atlantik awal 1990-an. Ketiadaan predator alami di sana menyebabkan ikan lepu dengan cepat berlipat ganda, mengurangi populasi ikan asli hingga 80 persen.

Peneliti Oregon State University (OSU) baru-baru ini ikut dalam ekspedisi ke terumbu buatan di kedalaman sekitar 90 meter di lepas pantai Florida. Mereka terkejut mendapati banyaknya ikan lepu, dengan ukuran luar biasa besar, panjang sekitar setengah meter.

Peneliti OSU Stephanie Green memperingatkan, ikan-ikan itu bisa bermigrasi ke perairan dangkal dan juga makan banyak ikan di sana. Selain itu, pada banyak spesies, ikan besar bisa bereproduksi lebih efisien daripada ikan yang lebih kecil.

Green mengatakan upaya pengendalian guna mengurangi populasi ikan lepu pada kedalaman dangkal - menangkap mereka dan membiarkan orang memakannya - tidak sepraktis di perairan yang lebih dalam.

Sementara ilmuwan OSU terus mencari cara memerangi ikan lepu, peneliti mengungkapkan kekhawatiran bahwa invasi, selain penangkapan ikan berlebihan, polusi dan pemanasan laut, menyulitkan ekosistem terumbu bertahan hidup.
XS
SM
MD
LG