Tautan-tautan Akses

Ibu Negara Luncurkan Program Pencegahan Dini Kanker Serviks di Yogya

  • Munarsih Sahana

Ibu Negara Iriana Joko WIdodo dan Ibu Nining Indroyono Soesilo (tengah) dari OASE bergambar bersama wakil dari enam propinsi finalis lomba Jingle IVA, 21 April 2015 (Foto: VOA/Munarsih)

Ibu Negara Iriana Joko WIdodo dan Ibu Nining Indroyono Soesilo (tengah) dari OASE bergambar bersama wakil dari enam propinsi finalis lomba Jingle IVA, 21 April 2015 (Foto: VOA/Munarsih)

Pada acara peluncuran program nasional Gerakan Pencegahan Dini Kanker pada Perempuan Indonesia tahun 2015-2019, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, mengajak masyarakat aktif berperan-serta mencegah kanker.

Bertepatan dengan peringatan hari Kartini 21 Mei 2015, Ibu Negara Iriana Joko Widodo meluncurkan program nasional Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Pada Perempuan Indonesia tahun 2015-2019 bertempat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nanggulan kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada acara peluncuran program nasional Gerakan Pencegahan Dini Kanker pada Perempuan Indonesia tahun 2015-2019, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, yang juga ketua OASE, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja yang beranggotakan para pendamping Menteri Kerja, mengajak masyarakat khususnya anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) aktif berperan-serta mencegah kanker.

Ibu Iriana juga melakukan dialog teleconference dengan penyelenggara acara yang sama di 11 propinsi, diantaranya di Lampung, Jawa Tengah, Jawa timur, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan dan NTT.

Indonesia merupakan salahsatu negara dengan angka penderita kanker yang tinggi. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, tahun 2015rata-rata setiap jam jumlah penderita kanker leher rahim atau serviks bertambah 2,5 orang dan korban meninggal 1,1 orang. Prof. Suhartati Gondowiarjo, Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) mengatakan kepada VOA, program pencegahan kanker yang diluncurkan itu diharapkan bisa menjangkau sedikitnya 20 persen perempuan berisiko atau sekitar 17 juta dalam 5 tahun kedepan.

“Program ini sudah ada di program-program Kementerian Kesehatan tetapi bagaimana agar ini diangkat ke permukaan dan digulirkan lebih. Oleh karena itu namanya (program) percepatan peran-serta masyarakat, gerakan masyarakat, karena bahaya dari kanker ini lebih tinggi dibandingkan angka kematian karena malaria, HIV/AIDS dan TBC," kata Prof.Suhartati Gondowiarjo.

"Tahun lalu biaya pengobatan kanker ini sudah menjadi biaya penyakit paling tinggi mencapai 1 triliun rupiah. Oleh karena itu harus ada satu gerakan menurunkan angka kematian dan angka kesakitan akibat kanker serta menggeser pasien-pasien yang datang dalam keadaan yang masih dini,” lanjutnya.

Jika pasien terdeteksi masih dini maka keberhasilan terapi lebih besar dan biaya akan jauh lebih kecil. Kabupaten Kulonprogo dipilih sebagai tempat peluncuran program pencegahan kanker khususnya kanker serviks karena telah menjaid pelopor pelaksanaan tes metode IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat, deteksi dini kanker menggunakan cairan asam asetat yang mudah dengan biaya murah.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo yang juga dokter ahli kebidanan berjanji lebih meningkatkan cakupan layanan tes IVA maupun terapi bagi yang positif kanker.

“Ke depan kita kompetisikan diantara layanan puskesmas itu sehingga lebih meriah. Dan di Kulonprogo ini pasien kita cover dengan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) baik untuk tex IVA maupun untuk Kryo-terapinya. Jadi Kryo di Kulonprogo tetap kita gratiskan. Kryo itu menyemprot mulut rahim dengan pendingin yang tinggi jadi mulut rahim itu dibekukan. Kalau memang IVA-nya positif (kanker) maka mulut rahim dibekukan dalam waktu yang cepat dan tidak lama kemudian sel-sel kankernya mati,” jelas Bupati Hasto Warfoyo..

Pegiat pencegahan kanker serviks pada Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY, Gama Triyanto menyambut baik program pencegahan kanker serviks tersebut karena pemerintah memang berkewajiban melindungi kesehatan masyarakat.

"Cukup bagus meskipun cukup terlambat, tetapi saya kira ini menjadi satu titik pijak untuk kita bisa melangkah kedepan dan semoga ini tidak hanya gebrakan awal tetapi tetap ada keberlanjutannya. Saya kira satu ruang pemeriksaan sampai dengan pada pelayanan paska pengobatan ketika ada yang positif kanker ini menjadi penting untuk bisa diberikan oleh negara,” kata Gama Triyanto.

Pada peluncuran program pencegahan kanker tersebut, Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga menyaksikan penandatanganan kerjasama pembiayaan pasien kanker serviks antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta instansi terkait.

XS
SM
MD
LG