Tautan-tautan Akses

IAEA Tekan Iran dalam Pembicaraan di Wina


Kepala delegasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Hermann Nackaerts memberikan keterangan kepada pers di Wina (14/5).

Kepala delegasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Hermann Nackaerts memberikan keterangan kepada pers di Wina (14/5).

Dalam pembicaraan di Wina, Austria hari ini (14/5), badan nuklir PBB (IAEA) sekali lagi mendesak Iran agar bersedia memberi akses ke fasilitas nuklirnya.

Badan nuklir PBB (IAEA) sekali lagi mendesak Iran agar memberinya akses ke berbagai lokasi, orang dan dokumen yang diperlukannya sebagai bagian dari investigasi mengenai apakah Teheran hendak membuat senjata nuklir.

Menjelang sesi pembukaan antara kedua pihak di Wina hari Senin, kepala delegasi Badan Energi Atom Internasional Herman Nackaerts memberi tahu para wartawan bahwa mereka terus melakukan dialog dengan Iran dalam “semangat positif.”

Satu isu besar dalam agenda pembicaraan dua hari itu adalah kurangnya akses IAEA ke situs militer Parchin di dekat Teheran.

Para pejabat curiga Iran telah membangun peti kemas yang bisa menjadi tempat ujicoba bahan ledak nuklir, dan para diplomat Barat menuduh Teheran hendak menyingkirkan bukti-bukti memberatkan sebelum mengijinkan inspektur PBB masuk fasilitas itu. Iran menyanggah semua tuduhan itu dan menyebutnya sebagai “kekanak-kanakan” dan “menggelikan.”

Kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman memantau pertemuan Wina itu secara seksama, sebelum pertemuan mereka minggu depan dengan para pejabat Iran di Bagdad. Negara-negara P5+1 – Jerman, Amerika, Inggris, Perancis, Rusia dan Tiongkok – berusaha menyimpulkan k kemampuan militer yang mungkin di lokasi-lokasi nuklir Iran.

Negara-negara Barat telah lama curiga Iran berusaha membuat senjata nuklir dengan kedok program energi sipil. Teheran membantah tuduhan itu.
XS
SM
MD
LG