Tautan-tautan Akses

HRW: Kongo Abaikan Tahanan Perang, 100 Lebih Tewas


Pasukan perdamaian PBB memeriksa senjata yang diserahkan oleh pemberontak di DRC akhir Mei lalu (foto: dok).

Pasukan perdamaian PBB memeriksa senjata yang diserahkan oleh pemberontak di DRC akhir Mei lalu (foto: dok).

Human Rights Watch mengatakan sikap DRC yang mengabaikan para tahanan kamp Kotakali di DRC baratlaut itu merupakan tindak “kriminal.”

Sebuah kelompok HAM mengatakan lebih dari 100 pejuang di Republik Demokratik Kongo (DRC) yang telah menyerah meninggal karena kelaparan dan penyakit di sebuah kamp militer terpencil.

Dalam sebuah pernyataan Rabu (1/10), Human Rights Watch mengatakan sikap DRC yang mengabaikan para tahanan kamp Kotakali di DRC baratlaut itu merupakan tindak “kriminal.”

Human Rights Watch meminta pemerintah agar memindahkan semua orang di kamp itu ke tempat yang lebih mudah dikunjungi, dan menuntut mereka yang bertanggung jawab atas penganiayaan itu, serta mendorong keterlibatan lebih besar PBB dalam rehabilitasi para mantan pejuang.

Kamp di provinsi Equateur itu menampung ratusan pejuang yang menyerah dari berbagai kelompok bersenjata dan keluarga mereka.

Seorang koordinator untuk kamp itu mengatakan kepada kelompok HAM tersebut bahwa pemerintah di Kinshasa tidak memiliki sarana atau kapasitas untuk mengangkut barang-barang keperluan ke kamp itu.

XS
SM
MD
LG