Tautan-tautan Akses

HRW Prihatin Atas Pelanggaran Hukum Perang di Yaman


Seorang pemberontak Syiah Houthi Shiite bergabung dalam protes atas serangan udara Saudi di Sana'a, Yaman (1/4).

Seorang pemberontak Syiah Houthi Shiite bergabung dalam protes atas serangan udara Saudi di Sana'a, Yaman (1/4).

Kelompok advokasi HAM itu menyerukan kepada Amerika Serikat, yang memberi dukungan logistik dan intelijen, agar memastikan perlindungan warga sipil Yaman.

Human Rights Watch mengatakan Kamis (2/4) bahwa serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman yang menewaskan sedikitnya 29 orang sebelumnya pekan ini “menimbulkan keprihatinan yang mendalam tentang pelanggaran hukum perang.”

Kelompok advokasi hak asasi manusia itu menyerukan kepada pasukan yang terlibat dalam serangan itu agar melakukan penyelidikan, dan bagi Amerika Serikat, yang memberi dukungan logistik dan intelijen, agar memastikan pertimbangan diambil untuk melindungi warga sipil Yaman.

“Tewasnya demikian banyak warga sipil dalam satu kamp tanpa adanya kelihatan sasaran militer meningkatkan keprihatinan akan pelanggaran hukum perang,” kata Joe Stork, direktur Timur Tengah dan Afrika Utara Human Rights Watch.

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan ia sangat prihatin dengan serangan hari Senin itu terhadap kamp Al-Mazrad di Yaman utara serta korban sipil lain di Yaman.

Hari Rabu, paling sedikit 35 orang tewas dalam ledakan di pabrk susu di Yaman barat. Penyebab ledakan belum ditentukan dan laporan simpang siur mengenai apakah satu lagi serangan udara atau lasykar anti-pemerintah yang bertanggung jawab.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG