Tautan-tautan Akses

HRW: Polisi Perempuan Afghanistan Perlu Fasilitas Aman


Polisi wanita Afghanistan mengikuti pelatihan di sebuah kelas di Akademi Polisi Nasional Afghanistan (Foto: dok).

Polisi wanita Afghanistan mengikuti pelatihan di sebuah kelas di Akademi Polisi Nasional Afghanistan (Foto: dok).

Sebuah kelompok HAM menyerukan agar Afghanistan mengambil tindakan segera untuk menyediakan toilet dan kamar ganti terpisah bagi para polisi perempuan di negara itu.

Pernyataan dari organisasi Human Rights Watch (HRW), Kamis (25/4) menyebutkan kurangnya toilet yang aman dan terpisah membuat polisi perempuan rawan terhadap serangan seksual dari para sejawat prianya. Organisasi itu mengatakan ada sejumlah laporan mengenai polisi perempuan diperkosa oleh sejawat prianya.

Brad Adams, Direktur HRW Asia, mengatakan kegagalan pemerintah untuk menyediakan fasilitas-fasilitas yang aman bagi polisi perempuan merupakan indikasi bahwa pemerintah tidak mengakui bahwa perempuan memiliki peran penting dalam penegakan hukum di Afghanistan.

Adams mengatakan kehadiran yang konsisten polisi-polisi perempuan di negara itu diperlukan untuk mengatasi apa yang disebut kekerasan terhadap perempuan yang merajalela di kalangan masyarakat Afghanistan.

Menurut HRW, memperkerjakan polisi perempuan akan memperbaiki akses perempuan dalam melaporkan kejahatan dengan kekerasan dan mencari keadilan, mengingat adanya kesensitifan budaya dan stigma di negara itu dalam melaporkan pelecehan seks - dan kekerasan lain terhadap perempuan - ke pria.

Adams mengatakan tanpa kehadiran polisi perempuan di berbagai penjuru negara itu, perlindungan hukum bagi perempuan masih merupakan janji yang belum terpenuhi.

Jumlah personil perempuan di pasukan keamanan Afghanistan sedikit lebih dari satu persen. HRW mengatakan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan telah menetapkan target 5000 personil perempuan di tubuh pasukan keamanan menjelang akhir tahun 2014. Namun, kementerian itu mengakui, hal tersebut nampaknya tidak mungkin terwujud.
XS
SM
MD
LG