Tautan-tautan Akses

HRW: Pasukan Libya Bunuh Para Tahanan dan Warga Sipil


Warga Libya sedang memeriksa dokumen di penjara Abu Salim, penjara paling terkenal pada era rejim Gaddafi di Tripoli, Libya (27/8).

Warga Libya sedang memeriksa dokumen di penjara Abu Salim, penjara paling terkenal pada era rejim Gaddafi di Tripoli, Libya (27/8).

Bukti-bukti menunjukkan pasukan Libya membunuh setidaknya 17 tahanan dan sewenang-wenang menewaskan puluhan warga sipil, saat pemberontak bergerak masuk Tripoli.

Sebuah kelompok HAM mengatakan bukti-bukti menunjukkan pasukan Libya membunuh setidaknya 17 tahanan dan sewenang-wenang menewaskan puluhan warga sipil, sementara pemberontak bergerak masuk Tripoli.

Sarah Leah Whitson, direktur Human Rights Watch (HRW) di Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan pembunuhan para tahanan beberapa hari sebelum mereka akan dibebaskan adalah “tindakan rendah yang memuakkan” di pihak pemerintah Libya.

Secara terpisah, tanggal 26 Agustus, HRW menemukan 18 mayat dekat sebuah gedung pemerintah dekat salah satu kompleks Moammar Gadhafi. Grup HAM itu mengatakan saksi-saksi melaporkan pasukan pemerintah Libya telah membunuh korban-korban itu diawal minggu.

HRW mengatakan tangan dua dari 18 korban terikat dibelakang punggung, sementara dua lainnya berpakaian seragam dokter dan perawat Libya berwarna hijau.

Grup HAM itu juga menemukan 29 mayat didalam dan sekitar klinik lapangan, dan mengatakan “terdapat tanda-tanda bahwa pendukung Gadhafi sebelumnya berada disana.”

Sementara itu, pemberontak Libya hari Sabtu mengatakan telah mengambil alih sebuah pos perbatasan utama dekat Tunisia, tetapi masih berjuang merebut kendali kota Zuwarah di barat.

XS
SM
MD
LG