Tautan-tautan Akses

Hizbullah akan Bentuk Pemerintahan Koalisi di Lebanon


Warga Lebanon di sebuah kafe di kota Sidon menonton pidato pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di televisi (foto: dok).

Warga Lebanon di sebuah kafe di kota Sidon menonton pidato pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di televisi (foto: dok).

Kelompok Hizbullah mengatakan tidak ingin mengasingkan partai politik apapun dari kabinet pemerintahan Lebanon berikutnya.

Pemimpin Hizbullah di Lebanon mengatakan kelompoknya akan membentuk pemerintahan koalisi jika kandidat mereka untuk posisi perdana menteri memenangkan mayoritas parlemen.

Pemimpin tersebut, Sayyed Hassan Nasrallah, pada hari Minggu juga mengatakan kelompoknya tidak ingin mengasingkan partai politik apapun dari kabinet pemerintahan mendatang.

Pada awal bulan ini, Hizbullah dan para sekutunya mundur dari pemerintahan koalisi pimpinan Perdana Menteri Saad Hariri, dan menyebabkan pemerintahan tersebut runtuh.

Pemerintahan sementara Lebanon akan memulai pembicaraan di tingkat parlemen pada hari Senin untuk memilih perdana menteri baru.

Keluarnya Hizbullah menyusul ketegangan mengenai sebuah penyelidikan yang didukung PBB atas pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafik Hariri pada tahun 2005, yang merupakan ayah dari Perdana Menteri Saad Hariri. Berbagai laporan media mengindikasikan pengadilan PBB akan menyatakan para anggota Hizbullah bersalah, tetapi kelompok tersebut membantah telah berperan dalam pembunuhan Rafik Hariri.

XS
SM
MD
LG