Tautan-tautan Akses

AS

Hillary Clinton Pilih Senator Tim Kaine Sebagai Cawapres


Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan Senator negara bagian Virginia tim Kaine, dalam kampanye di Annandale, Virginia (14/7). (AP/Andrew Harnik)

Kandidat presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan Senator negara bagian Virginia tim Kaine, dalam kampanye di Annandale, Virginia (14/7). (AP/Andrew Harnik)

Clinton menyebut Kaine yang moderat walikota dan gubernur kelas dunia dan senator yang sangat dihormati.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, telah memilih Senator negara bagian Virginia, Tim Kaine, sebagai pasangan calon wakil presidennya.

Kaine adalah politisi veteran Demokrat yang menggambarkan dirinya "membosankan." Ia juga seorang moderat yang berpotensi menarik para pemilih yang tidak suka Trump dan mereka yang mungkin sulit betul-betul menerima Clinton.

"Ia tidak pernah kalah dalam pemilihan umum. Ia adalah walikota, gubernur dan senator kelas dunia dan salah satu senator yang paling dihormati yang saya tahu," ujar Clinton kepada CBS News, Jumat (22/7).

Kaine menulis dalam pesan di Twitter bahwa ia merasa terhormat karena terpilih dan bahwa ia "tidak sabar untuk berkampanye" hari Sabtu di Miami. Ia dijadwalkan tampil bersama Clinton dalam kampanye di University of Miami.

Kaine, 58, lahir di Minnesota dan seorang pengacara lulusan Harvard, seperti juga Presiden Barack Obama.

Kaine sempat mengambil cuti setahun dari Harvard untuk bekerja sebagai misionaris Katolik dan guru di Honduras.

Menurut biografinya, Kaine mengamati kemiskinan dari dekat di Amerika Tengah dan melihat bagaimana hal itu berdampak pada jiwa manusia. Waktunya di sana disebut-sebut telah membuatnya mendukung pemberian kewarganegaraan untuk imigran ilegal di Amerika Serikat -- sikap yang mungkin menarik pemilih Latino.

Kaine memulai karir politiknya sebagai anggota dewan kota di Richmond, Virginia, tahun 1994. Ia kemudian terpilih menjadi walikota Richmond, letnan gubernur untuk Virginia pada 2002 dan gubernur pada 2006.

Ia memiliki kredensial kebijakan luar negeri yang kuat, tidak hanya dari periode di Honduras, tapi juga dari keanggotaannya di dalam komite senat untuk hubungan internasional dan militer.

Kaine beragama Katolik dan secara pribadi menolak aborsi, tapi ia mendukung hak perempuan untuk membuat pilihan.

Ia mendukung perjanjian kemitraan perdagangan Trans-Pasifik (TPP), yang telah dikritik baik liberal maupun konservatif.

Dipilihnya ia sebagai cawapres mungkin akan membuat sejumlah pendukung Demokrat yang progresif. Beberapa sempat berharap bahwa setelah pidato kebijakan pro-sosialis dari Bernie Sanders selama kampanye yang menarik dukungan luas, Clinton akan memilih kandidat yang lebih liberal.

Sebelum pengumuman Kaine sebagai pasangannya, Clinton membuat pidato yang disambut hangat dalam kampanye di Tampa, Florida. Ia mengatakan Donald Trump menawarkan ketakutan, kemarahan dan kebencian tapi tidak menawarkan solusi bagi masalah-masalah Amerika.

Clinton menyebut pidato-pidato pada konvensi Partai Republik minggu ini "menakutkan," dan bahwa "cinta mengalahkan kebencian (love trumps hate)" yang bisa menjadi slogan kampanye 2016-nya.

Partai Demokrat akan melangsungkan konvensinya di Philadelphia mulai Senin (25/7). [hd]

XS
SM
MD
LG