Tautan-tautan Akses

AS

Hillary Clinton Kecam Penyiksaan dan Interogasi Brutal


Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton di Boston, 4 Desember 2014 (Foto: dok).

Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton di Boston, 4 Desember 2014 (Foto: dok).

Hillary Clinton, mantan ibu negara, senator New York dan Menteri Luar Negeri AS, sedang mempertimbangkan mencalonkan diri lagi sebagai presiden dan dianggap kandidat kuat Partai Demokrat.

Hillary Rodham Clinton mengatakan, ia bangga menjadi bagian dari sebuah pemerintahan yang "melarang penyiksaan dan interogasi brutal" dan menambahkan, Amerika Serikat hendaknya jangan pernah terlibat dalam praktek penyiksaan di manapun di dunia.

Dia menekankan pentingnya bangsa Amerika Serikat bertindak selaras dengan nilai-nilai yang dianutnya, setelah menerima Hadiah Robert F. Kennedy bagi Keadilan dan Hak Asasi pada sebuah gala di New York.

Pidato Clinton tersebut merupakan komentar pertamanya menanggapi laporan Senat sejak dirilis minggu lalu, mengenai teknik interogasi badan intelijen AS, CIA, sejak serangan 11 September 2001.

Hillary Clinton, mantan ibu negara, senator New York dan Menteri Luar Negeri AS, sedang mempertimbangkan mencalonkan diri lagi sebagai presiden dan dianggap kandidat kuat Partai Demokrat. Dia menyatakan "ya, nyawa warga kulit hitam sama berharganya," mengacu kepada protes seluruh negeri berkenaan keputusan dewan juri untuk tidak mendakwa polisi kulit putih yang menewaskan pria kulit hitam tak bersenjata.

Hadiah Robert F. Kennedy itu mendemonstrasikan komitmen terhadap perubahan sosial bagi kesetaraan dan keadilan.

XS
SM
MD
LG