Tautan-tautan Akses

AS

Hillary Clinton: 'Keberpihakan Membuat Amerika Mundur'


Mantan Menlu AS Hillary Clinton (Foto: dok).

Mantan Menlu AS Hillary Clinton (Foto: dok).

Hillary Clinton mengatakan masih ada standar ganda perlakuan terhadap perempuan di media dan menganjurkan ratusan perempuan yang menghadiri forum itu untuk ulet ketika menghadapi tantangan.

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan keberpihakan yang luar biasa dalam sistem politik Amerika membuat negara ini “mundur dan bukannya maju” dan menyebut pemilu sela pada musim gugur sebagai signyal bagaimana Amerika mengatasi masalah-masalah itu. Hillary Clinton berbicara dalam KTT Women in the World di New York Kamis malam (3/4).

Hillary Clinton – yang menjadi anggota panel diskusi bersama Direktur IMF Christine Lagarde mengatakan saat ini terjadi “keberpihakan murni, ideologi murni yang membuat Amerika justru mundur dan bukannya maju". Padahal menurutnya, yang paling utama dilakukan sekarang adalah mengatasi kesulitan ekonomi yang dihadapi banyak kaum muda guna mendorong “kemakmuran inklusif”.

Kandidat kuat calon presiden dari Partai Demokrat pada pemilu tahun 2016 itu mengajak warga memperhatikan dengan seksama pemilu sela pertengahan tahun ini, yang menurutnya “akan menjadi parameter soal apa yang dapat dan seharusnya dilakukan”.

Ketika moderator diskusi, wartawan dan penulis terkenal Thomas L. Friedman, menanyakan tentang masa jabatannya sebagai menteri luar negeri, Hillary Clinton membandingkannya dengan “lari estafet”. “Kita berlari secepat mungkin dan menyerahterimakan tongkat kepada pelari berikutnya. Yang belum terselesaikan, akan diselesaikan yang berikutnya,” jelasnya.

Terkait isu perempuan, Hillary Clinton mengatakan masih ada standar ganda perlakuan terhadap perempuan di media dan menganjurkan ratusan perempuan yang menghadiri forum itu untuk ulet ketika menghadapi tantangan. “Belive me, this is hard-won advice,” ujarnya.

Hillary Clinton Kamis pagi (3/4) mengumumkan kampanye baru bersama USAID untuk memanfaatkan sains dan teknologi guna mengakhiri kemiskinan global selambat-lambatnya pada tahun 2030.

USAID memimpin upaya anti-kemiskinan itu bersama 32 mitra dari industri swasta, kampus dan universitas, filantropi dan LSM. Ketua USAID Rajiv Shah mengatakan kampanye yang disebut “US Global Development Lab” itu akan menangani isu-isu seperti kurangnya air bersih dan akses pada pendidikan.
XS
SM
MD
LG