Tautan-tautan Akses

Helikopter Bantuan Jatuh di Irak, Pilot Tewas


Ribuan etnis minoritas Yazidi terlantar tanpa cukup makanan di Gunung Sinjar, Irak barat laut (foto: dok).

Ribuan etnis minoritas Yazidi terlantar tanpa cukup makanan di Gunung Sinjar, Irak barat laut (foto: dok).

Helikopter itu membawa bantuan masyarakat internasional bagi ribuan etnis minoritas Yazidi yang terlantar tanpa cukup makanan di Irak barat laut.

Sebuah helikopter Irak pembawa bantuan yang sangat diperlukan pengungsi Yazidi yang lari dari ekstremis Islamis di Irak utara jatuh dan menewaskan pilot serta mencederai beberapa penumpang di dalamnya.

Helikopter itu sebelumnya mengirim paket bantuan darurat dan menjemput sebagian pengungsi ketika jatuh.

Pemimpin warga Yazidi, Vian Dakheel, termasuk di antara yang cedera. Penyebab jatuhnya pesawat itu belum diketahui.

Masyarakat internasional sedang mengirim bantuan bagi ribuan etnis minoritas Yazidi yang terlantar tanpa cukup makanan dan air di Gunung Sinjar di Irak barat laut.

Pada saat yang sama Amerika membombardir militan ISIS untuk mengusir mereka dari pengungsi dan mencegah mereka masuk lebih jauh ke seluruh Irak.

Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengimbau dunia untuk melindungi kaum minoritas yang melarikan diri dari militan ISIS. Ban mengatakan terkejut atas “tindakan barbar” ISIS ketika mereka merebut kota-kota di Suriah timur dan Irak barat.

Dengan bantuan pasukan Kurdi di wilayah itu, lebih dari 20 ribu pengungsi berhasil melarikan diri dari Sinjar dalam beberapa hari terakhir tapi ribuan lainnya masih terperangkap.

Selagi krisis kemanusiaan berlangsung di Irak utara, dukungan internasional meningkat bagi Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, yang ditunjuk hari Senin untuk membentuk sebuah pemerintahan baru di Baghdad.

Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan membentuk pemerintahan yang inklusif “penting” untuk melawan militan ISIS, kelompok yang disebutnya ancaman bagi keamanan dan stabilitas kawasan itu secara keseluruhan.

Amerika, Arab Saudi dan Iran juga menyampaikan dukungan baru bagi Abadi, untuk melawan Perdana Menteri Nouri al-Maliki yang ingin memperpanjang delapan tahun kekuasaannya dengan masa jabatan ketiga. Maliki dipandang sebagai tokoh pemecah belah antara mayoritas Shiah dan minoritas Sunni.

Presiden Wilayah Kurdi Masoud Barzani dalam percakapan telepon dengan Wakil Presiden Joe Biden hari Selasa mengatakan siap bekerja sama dengan Abadi untuk menghadapi ancaman keamanan negara itu.

Menlu Amerika John Kerry mendesak Abadi membentuk kabinet baru secepatnya dan menjanjikan dukungan bagi Irak dalam perang melawan ISIS.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG