Tautan-tautan Akses

Helikopter Black Hawk AS Jatuh di Afghanistan


Sebuah helikopter 'Black Hawk' militer AS (foto: dok). Helikopter Black Hawk AS dengan 4 awaknya jatuh di Afghanistan (19/4).

Sebuah helikopter 'Black Hawk' militer AS (foto: dok). Helikopter Black Hawk AS dengan 4 awaknya jatuh di Afghanistan (19/4).

Para pejabat Amerika mengatakan sebuah helikopter Black Hawk Amerika dengan empat awaknya jatuh di Afghanistan barat daya.

Juru bicara koalisi NATO, Mayor James Williams, mengatakan kepada VOA bahwa penyebab kecelakaan sedang diselidiki, dan belum ada keterangan mengenai jumlah korban maupun identitas awak helikopter itu.

Sebelumnya, Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan dia muak dengan foto-foto tentara Amerika yang berpose dengan mayat pemberontak dan mengatakan foto-foto itu menggarisbawahi perlunya penarikan pasukan asing lebih cepat dari Afghanistan.

Dalam pernyataan hari Kamis, Presiden Karzai mengatakan pengalihan tanggungjawab keamanan yang dipercepat merupakan “satu-satunya cara untuk mengakhiri pengalaman yang menyakitkan ini.”

Ia mengecam keras tindakan tentara Amerika, dengan mengatakan “mengambil dan mengedarkan foto-foto itu merupakan tindakan tidak manusiawi dan provokatif.”

Foto-foto yang diambil tahun 2010 itu memperlihatkan beberapa anggota Angkatan Darat Amerika berpose dengan mayat pemberontak yang melakukan serangan bunuh diri. Harian Los Angeles Times mempublikasikan dua dari 18 foto itu di situs Internetnya hari Rabu.

Menurut Los Angeles Times, seorang tentara Amerika melansir foto-foto itu kepada surat kabar tersebut dengan syarat tidak menyebutkan namanya, untuk menarik perhatian pada melemahnya kepemimpinan dan disiplin yang diyakininya merupakan ancaman bagi keselamatan tentara.

Tentara itu mengatakan kepada harian tersebut bahwa hampir semua orang yang ada dalam foto itu memiliki teman yang tewas atau luka-luka akibat bom rakitan atau serangan bunuh diri.

Para pejabat tinggi Amerika dan NATO dengan cepat menanggapi pemuatan foto-foto itu dengan kecaman. Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta mengatakan penyelidikan sedang berlangsung dan orang-orang yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban.
XS
SM
MD
LG