Tautan-tautan Akses

Hasil Pengamatan pada Sistem Tata Surya Terdekat Pastikan Kemiripan dengan Sistem Tata Surya Kita


Hasil ilustrasi artis tentang sistem Epsilon Eridani yang menunjukkan Epsilon Eridani b. Di latar depan sebelah kanan, sebuah planet seukuran Jupiter tampak mengorbit bintang induknya di sisi luar sebuah sabuk asteroid.

Badan antariksa AS, NASA telah memastikan keberadaan sebuah sistem tata surya terdekat dengan struktur yang relatif sama dengan sistem tata surya kita saat sistem tata surya kita berada di masa awal pembentukannya.

Sebuah sistem tata surya terdekat relatif bersrtuktur sama dengan sistem tata surya kita saat sistem tata surya kita berada di masa awal pembentukannya, telah dipastikan keberadaannya oleh badan antariksa AS, NASA.

Sistem yang terletak di sekitar bintang Epsilon eridani, atau disingkat eps Eri, hanya berjarak 10,5 tahun cahaya dan para para pakar astronomi menyatakan ini adalah contoh istimewa tentang bagaimana planet-planet terbentuk di sekitar bintang-bintang dalam sistem tata surya seperti milik kita.

Berbagai studi yang dilakukan sebelumnya terhadap sistem tata surya ini dengan menggunakan peralatan yang disebut Spitzer Space Telescope mengarah pada dua teori tentang bagamana sistem tata surya terbentuk.

Satu teori menyatakan sebuah cakram serpihan lebar yang terbentuk dari gas, debu, dan bebatuan kecil serta benda-benda yang diselimuti es. Teori lainnya menyatakan beberapa cakram serpihan tipis mirip dengan tata surya kita, yang memiliki sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, dan Sabuk Kuiper yang sebagian besar terdiri dari benda-benda yang diliputi es diluar planet kerdil Pluto.

Dengan menggunakan peralatan yang disebut Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA), para pakar astronomi menemukan eps Eri memiliki dua pita sempit mirip dengan sistem tata surya kita. Selain itu, mereka juga berhasil mendeteksi planet seukuran Jupiter kurang dengan jarak yang sama ke bintangnya seperti jarak Jupiter ke matahari.

“Eps Eri sungguh mengesankan, seperti menyaksikan proses pembentukan sistem tata surya kita pada tahap awalnya,” ujar Kate Su yang memimpin studi ini di the University of Arizona.

SOFIA, sebuah teleskop yang berukuran lebih besar dari Spitzer, diapsang pada sebuah pesawat Boeing 747. Piranti ini sebelumnya telah berhasil menemukan keberadaan oksigen di atmosfir planet Mars, menunjukkan planet Jupiter dalam citra yang lebih dekat, dan telah berhasil mendokumentasikan pembentukan bintang-bintang baru.

Apabila nama eps Eri terdengar tidak asing, mungkin anda pernah mendengaranya sebagai salah satu lokasi dalam serial fiski ilmiah di televisi, Babylon 5.

Uraian tentang eps Eri dipublikasikan dalam Astronomical Journal tanggal 25 April 2017. [ww]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG