Tautan-tautan Akses

Hasil Pemilu Islandia: Tak Ada Partai Mayoritas di Parlemen


Para anggota Partai Pirate bersorak menyambut pengumuman hasil pemilihan parlemen di Islandia (29/10). (Reuters/Geirix)

Para anggota Partai Pirate bersorak menyambut pengumuman hasil pemilihan parlemen di Islandia (29/10). (Reuters/Geirix)

Perolehan itu menunjukkan, parlemen Islandia akan terpecah antara partai-partai berhaluan kanan dan kiri.

Perdana Menteri Islandia hari Minggu (30/10) mengundurkan diri setelah hasil pemilihan parlemen menunjukkan tidak ada partai yang meraih mayoritas yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan baru.

Perdana Menteri Sigurdur Ingi Johannsson dari Partai Progresif yang berhaluan tengah, mengatakan, sesuai konstitusi, ia akan menyerahkan pengunduran dirinya kepada presiden dan akan tetap menjabat, jika diminta, sampai pemerintahan baru terbentuk.

Koalisi partai Independent dan Progresif yang memerintah sejak tahun 2013 bersama-sama memenangkan 29 kursi dalam parlemen dengan 63 anggota.

Partai Pirate yang radikal, dibentuk empat tahun lalu, meraih banyak suara, tetapi tidak sebanyak yang selama ini tampak dalam jajak pendapat. Pirate, pendukung demokrasi langsung yang anti-otoriter dan kebebasan digital, meraih hampir tiga kali lipat suara, dari 5 persen tahun 2013 menjadi 14,5 persen, dan akan mendapat 10 kursi dalam parlemen. Bersama tiga sekutu kiri-tengah, mereka memenangkan 27 kursi.

Gerakan Kiri-Hijau, yang meraih 15,9 persen suara, juga akan mendapat 10 kursi dalam parlemen.

Perolehan itu menunjukkan, parlemen Islandia akan terpecah antara partai-partai berhaluan kanan dan kiri.

Pemilihan itu didominasi oleh perekonomian Islandia yang pulih sebagian besar karena lonjakan pariwisata, dengan tingkat pengangguran yang rendah dan pertumbuhan yang tinggi, serta keinginan pemilih akan reformasi politik setelah terungkap tahun ini bahwa beberapa tokoh pemerintah terlibat skandal surga pajak luar negeri. [ka]

XS
SM
MD
LG