Tautan-tautan Akses

Hasil Pemilihan Presiden Peru Belum Bisa Ditebak


Kandidat Presiden Peru dari kiri ke kanan: Ollanta Humala, Keiko Fujimori, Alejandro Toledo dan Pedro Pablo Kuczynski.

Kandidat Presiden Peru dari kiri ke kanan: Ollanta Humala, Keiko Fujimori, Alejandro Toledo dan Pedro Pablo Kuczynski.

Jajak pendapat menunjukkan calon yang berpotensi memperoleh suara terbanyak hari ini adalah calon dari kubu nasionalis sayap kiri.

Para pemilih di Peru bersiap-siap memilih presiden baru, sementara para analis mengatakan persaingan dalam pemilihan presiden ini masih terbuka luas.

Jajak pendapat menunjukkan calon yang kemungkinan akan memperoleh suara terbanyak pada hari Minggu ini adalah Ollanta Humala dari kubu nasionalis sayap kiri. Tapi angka terbaru menunjukkan ia akan memperoleh kira-kira seperempat suara, jauh di bawah 50 persen yang ia butuhkan untuk menang langsung. Humala, mantan tentara, berada pada posisi ini sebelumnya. Pada tahun 2006, ia menang pada putaran pertama dan kalah dari Presiden Alan Garcia pada putaran kedua.

Kali ini, para analis mengatakan ada tiga calon yang bisa meraih tempat dalam pemilihan putaran kedua pada bulan Juni. Keiko Fujimori dari partai Konservatif, putri mantan presiden Alberto Fujimori yang dipenjara, berada di belakang Humala, dengan kira-kira 21 persen suara. Ia mendapatkan dukungan dari pendukung setia ayahnya, yang dihukum atas pelanggaran HAM, tetapi juga dikenal atas perjuangannya melawan pemberontakan yang lama dan mengekang inflasi besar-besaran pada tahun 1990-an.

Pedro Pablo Kuczynski, mantan perdana menteri dan bankir, memperoleh dorongan hari Sabtu ketika partai yang berkuasa memberikan dukungannya kepada Kuczynski. Partai ARPA, yang tidak mengajukan calonnya, kata Kuczynski memiliki "keyakinan demokratis." Sementara itu, mantan Presiden Alejandro Toledo telah terperosok dalam jajak pendapat, walaupun sempat unggul pada awal kampanye.

XS
SM
MD
LG