Tautan-tautan Akses

Hari Kedua Lebaran: Pemudik Masih Padati Stasiun Kereta Api


Ribuan pemudik lebaran berdesakan di stasiun Senen (foto: dok). Banyak pemudik memilih pulang pada H+1 karena harga karcis yang lebih murah serta menghindari antrian panjang saat membeli karcis.
Ribuan pemudik lebaran berdesakan di stasiun Senen (foto: dok). Banyak pemudik memilih pulang pada H+1 karena harga karcis yang lebih murah serta menghindari antrian panjang saat membeli karcis.

Sampai Kamis siang (1/9), lebih dari 7.000 pemudik diberangkatkan dari stasiun Gambir dan 2.000 penumpang lainnya dari stasiun Senen.

Para pemudik pengguna jasa kereta api, pada hari kedua Lebaran atau H plus 1 (H+1) yaitu hari Kamis (1/9), masih memadati dua stasiun kereta api besar di ibukota, terutama stasiun Senen dan Gambir di Jakarta Pusat.

Kepala Stasiun Kereta Api Senen Jakarta Pusat, Yuskal Setiawan mengatakan, sampai Kamis siang (1/9) lebih dari 2.000 penumpang telah diberangkatkan dari Jakarta untuk berbagai kota tujuan di pulau Jawa.

“Dengan penentuan jumlah penumpang harus 150 orang setiap gerbong. Penumpang hanya boleh masuk satu jam sebelum keberangkatan. Sehingga waktu untuk mudiknya lebih panjang,” papar Yuskal.

Pihak Kereta Api (PT KAI) sebelumnya pada masa arus mudik tahun ini telah menerapkan sejumlah peraturan yang cukup ketat, antara lain lebih meningkatkan pengamanan di kawasan stasiun, memberantas praktik calo dan membatasi jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas angkut dalam setiap gerbong kereta api.

Lebih jauh Kepala Stasiun KA Senen Yuskal Setiawan mengatakan, setiap hari keberangkatan di satsiun Senen tidak terjadi lonjakan penumpang. Termasuk pada arus mudik dalam lebaran hari kedua ini (H +1).

Yuskal mengatakan, “Tidak terjadi lonjakan penumpang di hari-hari tertentu tapi merata semua setiap hari. Nah ini masih arus mudik.”

Beberapa penumpang menyampaikan alasan mereka memilih mudik saat lebaran kedua. Sitimah dan beberapa anggota keluarganya dari Stasiun Senen Jakarta berangkat menuju Semarang, dengan menggunakan kereta ekonomi Tawang Jaya.
“Menghindari antri karcis yang macet, terus memilih yang lebih murah, tiket yang lebih murah daripada sebelum lebaran,” ujar Sitimah.

Sementara, jumlah pemudik yang berangkat dari stasiun Gambir pada H+1 atau sehari setelah lebaran jauh lebih banyak dari stasiun Senen. Tercatat sekitar 7.000 penumpang sampai menjelang Kamis siang telah diberangkatkan dari Gambir.

Stasiun KA Senen melayani pemudik dengan kereta api bisnis dan ekonomi, sementara stasiun Gambir melayani khusus pemudik dengan kereta eksekutif untuk berbagai kota tujuan di pulau Jawa.

Pihak PT KAI sebelumnya telah memprediksikan jumlah pemudik dari Jakarta menuju kota-kota di Jawa, tahun ini akan menurun cukup berarti. Tercatat sejak hari H-10 hingga saat Lebaran Rabu kemarin (31/8), pemudik dengan kereta api mencapai lebih 300 ribu penumpang.

Sebagian besar pemudik didominasi pengguna kereta Eksekutif sekitar 200 ribu penumpang, selebihnya merupakan pemudik yang menggunakan kereta Bisnis dan kereta Ekonomi.

Pantauan VOA pada Posko Mudik Nasional Kementerian Perhubungan mencatat, hampir seluruh jenis moda angkutan penumpang diprediksi mengalami penurunan berarti, termasuk pemudik yang menggunakan kereta api.

Tahun ini pemudik yang menggunakan kereta api, terutama dari seluruh stasiun kereta di Jawa dan Sumatera diprediksikan berjumlah 1 juta lebih penumpang, sementara tahun 2010 lalu tercatat sekitar 2,5 juta penumpang menggunakan kereta api.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengatakan, penurunan jumlah penumpang pada arus mudik tahun 2011 lebih disebabkan dengan diterapkannya sistem dan peraturan baru terutama diberlakukannya pembatasan jumlah penumpang kereta api.

Kalangan praktisi transportasi mengatakan, mereka cukup optimis di masa depan kereta api akan tetap menjadi alat transportasi favorit di tanah air. Hal ini diharapkan bisa tercapai jika disertai upaya maksimal pihak PT KAI dan mitranya, yang berkomitmen kuat untuk lebih meningkatkan pelayanan mereka kepada pangguna jasa kereta api.


XS
SM
MD
LG