Tautan-tautan Akses

Harga Minyak Merosot, Prospek Kredit Arab Saudi Turun


Petugas keamanan di jaringan pipa kilang milik Aramco di Arab Saudi.

Petugas keamanan di jaringan pipa kilang milik Aramco di Arab Saudi.

Harga minyak berkurang lebih dari sepertiga nilainya sejak Juni karena produksi berlimpah, permintaan yang lemah dan kuatnya nilai mata uang dollar.

Standard and Poor's menurunkan peringkat prospek kredit negara eksportir minyak terbesar dunia Arab Saudi dari positif menjadi stabil, dan Oman menjadi negatif, terkait merosotnya harga minyak.

Namun demikian, lembaga pemeringkat ini mengukuhkan peringkat kepercayaan kredit "AA-/A-1+" jangka panjang dan pendek bagi Arab Saudi karena kuatnya posisi eksternal dan keuangan yang dibangun negara itu ketika harga minyak terlalu tinggi selama satu dekade yang baru lalu.

"Revisi ini kami buat berdasarkan fakta bahwa meski pertumbuhan ekonomi secara relatif tetap kuat, kami berpendapat Arab Saudi tampaknya tidak akan meraih tingkat pendapatan nominal yang cukup untuk meningkatkan peringkatnya dalam dua tahun ke depan," kata S&P.

S&P mengatakan harga minyak yang rendah akan menekan pendapatan domestik bruto (PDB) dan pendapatan per kapita negara kerajaan itu yang berkurang untuk periode 2014-2017 ke tingkat US$23.400 dari $25.600 pada Juni.

"Kami melihat ekonomi Arab Saudi sebagai ekonomi yang tidak beragam dan mudah terpengaruh penurunan harga minyak yang tajam dan berkepanjangan, kendati penerapan kebijakan pemerintah untuk menggalakkan pertumbuhan sektor swasta non-minyak," kata S&P Jumat sore (5/12).

Meski Arab Saudi mengumpulkan cadangan devisa sekitar $750 miliar dari surplus pendapatan sektor minyak yang tinggi, belanja pemerintah naik ke tingkat tertinggi sehingga agar tidak mengalami defisit harga minyak perlu berada pada antara $85 dan $93 per barel.

Arab Saudi menghasilkan minyak sekitar 9,7 juta barel per hari.

S&P mengatakan sektor hidrokarbon mencakup sekitar 45 persen dari PDB.

Lembaga itu menambahkan, prospek peringkat yang stabil menggambarkan Arab Saudi akan tetap mempertahankan neraca perdagangan dan posisi aset bersih eksternal yang sangat kuat, sementara kelenturan kebijakan moneter tetap terbatas dan ketergantungan pada hidrokarbon tetap tinggi.

Untuk Oman yang bukan anggota asosiasi pengekspor minyak OPEC, S&P mengatakan peringkat negatif didasarkan pada pandangan bahwa penurunan fiskal dan posisi aset bersih eksternal kemungkinan lebih tajam dibandingkan perkiraan yang ada, karena kemerosotan harga minyak yang lebih tajam.

S&P juga menyatakan peringkat Oman yang wajar yaitu "A/A-1" untuk peringkat kepercayaan kredit jangka panjang dan pendek terkait "kuatnya posisi aset bersih eksternal dan pemerintah ".

"Peringkat ini didasarkan pandangan kami bahwa mutu lembaga publik serta tata kelola Oman adalah biasa-biasa saja, dan ketergantungan fiskal, eksternal dan ekonomi pada penerimaan hidrokarbon tetap tinggi, dan kelenturan kebijakan moneter yang masih dibatasi oleh pematokan nilai kurs terhadap dolar Amerika," katanya.

Harga minyak berkurang lebih dari sepertiga nilainya sejak Juni karena produksi berlimpah, permintaan yang lemah dan kuatnya nilai mata uang dollar.

XS
SM
MD
LG