Tautan-tautan Akses

Harga-harga Pangan Dunia Terus Melambung

  • Steve Baragona
  • Puspita Sariwati

Para pemuda Algeria bentrok dengan petugas kepolisian di distrik El-Harrache setelah pengumuman kenaikan harga bahan-bahan pangan pokok, Kamis, 6 Januari 2010.

Para pemuda Algeria bentrok dengan petugas kepolisian di distrik El-Harrache setelah pengumuman kenaikan harga bahan-bahan pangan pokok, Kamis, 6 Januari 2010.

Tahun 2010 diakhiri dengan naiknya harga-harga pangan dunia dan persediaan pangan yang terbatas. Para pakar mengkhawatirkan pengaruh melonjaknya harga-harga pangan itu, akan memicu kekerasan seperti yang terjadi pada tahun 2008.

Kerusuhan terjadi di belasan negara pada tahun 2008 akibat melonjaknya harga bahan pangan yang mencapai rekor tertinggi. Pada tahun 2010, iklim yang bagus menghasilkan panen lebih besar dan harga bahan makanan turun. Tapi pada bulan Februari tahun lalu, Kepala Badan Pangan Sedunia (FAO) Jacques Diouf sempat menjelaskan kepada VOA, keprihatinan tersebut belum berakhir.

"Faktor-faktor lain yang menyebabkan krisis harga pangan semuanya masih terjadi sekarang. Tidak berubah," ujar Diouf.

Diouf mengatakan, bahan bakar nabati masih bersaing dengan tanaman pangan. Sepertiga dari panen jagung Amerika disalurkan untuk produksi ethanol tahun ini. Harga-harga bahan energi tetap tinggi, dan mempengaruhi harga pangan. Sementara itu, jumlah penduduk dunia terus bertambah dan iklim tidak menentu.

“Kalau sampai terjadi, dan saya berdoa kita tidak akan mengalaminya, masalah banjir dan kekeringan yang serius di negara-negara pengekspor utama pangan akan berakibat buruk," tambah Diouf.

Kekeringan yang parah melanda Ethopia dan negara-negara Afrika lainnya.

Kekeringan yang parah melanda Ethopia dan negara-negara Afrika lainnya.

Dalam jangka pendek, pasar-pasar pangan mengamati iklim di Amerika Selatan. Panen yang buruk di sana akan menaikkan harga pangan. Tapi, kenaikan harga pangan seperti pada tahun 2008 itu tidak dapat dihindari, kata pakar ekonomi Amerika, John Anderson.

Menurut Anderson, “Jelas kita mendekati kondisi 2008. Tapi saya kira masih terlalu dini untuk mengatakan, bahwa harga pangan yang membumbung tinggi itu akan terulang."

Anderson mengatakan, para petani menanggapi harga pangan yang tinggi itu, dengan menanam lebih banyak. Dan kalau tidak terjadi iklim buruk yang berakibat bencana, maka pada akhirnya harga pangan akan turun juga.

Anderson mengatakan ini bukanlah pertama kali para petani menghadapi tantangan itu.

“Penduduk kita bertambah dan sumber daya kita terbatas selama sepuluh ribu tahun belakangan ini. Dan, kita telah berhasil mengatasinya melalui pembaruan inovasi dan peningkatan teknologi," kata Anderson.

Tapi, akan memakan waktu sebelum peningkatan itu mempengaruhi harga di pasar, katanya. Sementara itu, Anderson berharap harga-harga pangan hanya akan naik sedikit dalam bulan-bulan mendatang.

XS
SM
MD
LG