Tautan-tautan Akses

Harga Beras di Solo Melambung

  • Yudha Satriawan

Seorang pedagang beras di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat (Foto: dok). Pedagang beras di sejumlah pasar tradisional di Solo mengeluhkan melambungnya harga beras. Pedagang mengaku jumlah pembeli dan omzet penjualan beras semakin menurun.

Seorang pedagang beras di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat (Foto: dok). Pedagang beras di sejumlah pasar tradisional di Solo mengeluhkan melambungnya harga beras. Pedagang mengaku jumlah pembeli dan omzet penjualan beras semakin menurun.

Pedagang beras di sejumlah pasar tradisional di Solo mengeluhkan melambungnya harga beras. Pedagang mengaku jumlah pembeli dan omzet penjualan beras semakin menurun.

Tumpukan puluhan karung berisi beras tampak di sebuah bangunan kios di kompleks pasar tradisional di Solo, Pasar Legi, Rabu siang (25/2). Kios yang menjual beras berbagai jenis berderet dengan kios lainnya yang juga menjual dagangan serupa. Para penjual beras tersebut tampak menunggu pembeli.

Salah seorang pedagang beras, Ari Kurniati, mengaku harga beras saat ini naik hingga 25 persen. Menurut Kurnia, kenaikan harga ini membuat jumlah pembeli dan omzet penjualan beras semakin menurun.

“Ya sejak mendekati masa panen beberapa pekan lalu saya tidak berani ambil stok beras yang banyak. Kalau sebelum harga beras naik, stok saya sehari bisa 3-5 kuintal atau setengah ton lebih lah. Tapi sekarang saya hanya berani stok separuh, 2-3 kuintal saja," kata Ari Kurniati.

"Ya kenaikan harga beras ini terus terang omzet saya turun, untung tipis. Saya gak berani pasang harga tinggi, untungnya jadi sedikit. Mepet. Harga beras yang sudah tinggi, terus dijual dengan harga lebih tinggi ya jelas nggak laku. Semua jenis beras harganya naik. Dari beras kualitas rendah hingga kualitas tinggi harganya naik," lanjutnya.

Menurut Kurnia, beras kualitas menengah yang semula harganya Rp.9.000,- per kilogram naik menjadi Rp.12.000,- hingga Rp.13.000,- .Lebih lanjut Kurnia berharap pemerintah segera mengatasi melambungnya harga beras ini.

Kenaikan harga beras di sejumlah pasar tradisonal di Solo sekitar Rp. 1.000,- hingga Rp. 4.000,-. Pasar tradisional tersebut antara lain Pasar Legi dan Pasar Gedhe Harjonagoro.

Pemkot Solo, Rabu siang langsung menerjunkan tim untuk mengecek harga dan kondisi pasokan beras di sejumlah pasar tradisional. Tim pemkot tersebut langsung menuju gudang maupun toko yang menjual beras.

Tim melakukan tanya jawab dengan pedagang mengenai harga, stok beras, hingga proses pengiriman pasokan beras ke penjual maupun pengecer. Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Solo, Rohana, saat ditemui di pasar Gedhe HarjonagoroSolo,mengakui adanya kenaikan harga beras dari hasil pengecekan langsung ke pedagang beras di pasar tradisional.

Menurut Rohana, Pemkot Solo masih perlu mengkaji atau mempertimbangkan perlu tidaknya menggelar operasi pasar.

“Ya ini kami datangi langsung mengecek kondisi di pasar tradisional bagaimana harga dan stok beras. Fakta kami di lapangan memang ada kenaikan harga beras, sekitar Rp.1.000,- hingga Rp. 3.000,- per kilogram. Cukup signifikan tetapi masih rendah dibanding kenaikan harga beras di Jakarta," jelas Rohana.

"Kalau untuk operasi pasar masih kita kaji setelah hasil dari pantauan di pasar tradisional di Solo, kan baru pasar gedhe dan pasar legi Solo yang kita telusuri. Nanti ya kalau sudah ada hasil pantauan ini baru kita bisa lakukan langkah berikutnya,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, selama sepekan ini beras mengalami kenaikan harga. Pemerintah terus berupaya mengatasi kenaikan harga beras ini. Bahkan Presiden Jokowi hari ini langsung blusukan atau mendatangi langsung gudang beras Perum BULOG di kawasan Jakarta untuk mengetahui kondisi persediaan beras yang ada.

Presiden melakukan pertemuan tertutup di lokasi tersebut dengan sejumlah menteri dan instansi terkait untuk mengatasi kenaikan harga beras.

XS
SM
MD
LG