Tautan-tautan Akses

Harapan Terobosan dalam Perundingan Suriah Kecil


Menlu Rusia Sergei Lavrov hari Selasa (21/1) mengecam pembatalan undangan bagi Iran untuk menghadiri perundingan Suriah di Swiss.

Menlu Rusia Sergei Lavrov hari Selasa (21/1) mengecam pembatalan undangan bagi Iran untuk menghadiri perundingan Suriah di Swiss.

Menlu Rusia Sergei Lavrov hari Selasa (21/1) mengecam pembatalan undangan bagi Iran untuk menghadiri perundingan Suriah oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Rusia dan Iran mengecam pembatalan undangan Iran oleh Sekjen PBB untuk menghadiri konferensi perdamaian yang sudah lama dinantikan, selagi para delegasi mulai tiba di Jenewa, Swiss untuk melakukan perundingan yang tidak banyak diyakini bisa sukses.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut keputusan menit-menit terakhir Sekjen Ban Ki-moon tidak menyertakan Iran dari perundingan itu sebuah kesalahan tapi bukan bencana.

Lavrov menegaskan kembali sikap Rusia bahwa kehadiran Iran penting bagi suksesnya perundingan itu. Di Teheran, Kementrian Luar Negeri Iran mengecam keras perubahan sikap diplomatik Ban Ki-moon dengan mengatakan Sekjen PBB itu bertindak demikian karena mendapat tekanan keras.

Harapan akan adanya sebuah terobosan kecil. Konferensi perdamaian itu dimulai di tengah-tengah laporan yang menuduh pemerintah Presiden Bashar al-Assad menyiksa dan membunuh sekitar 11 ribu tahanan.

Tim pakar penuntut kejahatan perang dan forensik internasional mengatakan laporan mereka didasarkan pada ribuan foto yang diselundupkan keluar Suriah oleh seorang polisi militer yang tugasnya termasuk mendokumentasikan kematian dalam penjara-penjara Assad.

Mereka mengatakan ke 55 ribu foto itu menunjukkan jenazah yang menunjukkan tanda-tanda kelaparan ekstrim, pemukulan, dan penyiksaan lainnya.

Salah seorang bekas penuntut kejahatan perang yang menandatangani laporan itu, Desmond de Silva membandingkan foto-foto dari Suriah itu dengan “pembunuhan berskala industri” di kamp-kamp Nazi.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG