Tautan-tautan Akses

Harapan Baru untuk Kepala BKPM Baru


Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara Sofian Effendi (kiri), Kepala BKPM Franky Sibarani, dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid usai dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Kamis, 27/11 (VOA/Andylala)

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara Sofian Effendi (kiri), Kepala BKPM Franky Sibarani, dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid usai dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Kamis, 27/11 (VOA/Andylala)

Kalangan pengusaha berharap dilantiknya Kepala BKPM yang baru, mampu mempermudah proses izin investasi, termasuk yang diharapkan Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto.

Kamis, 27 November 2014, Presiden Joko Widodo melantik Franky Sibarani sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM menggantikan Kepala BKPM sebelumnya, Mahendra Siregar.

Menanggapi pelantikan Kepala BKPM yang baru, kepada pers di Jakarta, Jum’at (28/11), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto mengatakan, kalangan pengusaha berharap BKPM dalam pemerintahan sekarang memiliki kinerja baik dan transparan. Ia menegaskan dibutuhkan peran aktif BKPM dalam mendukung upaya peningkatan investasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi lebih baik dibanding sebelumnya. Ia mengingatkan selama ini para pengusaha banyak mengeluh karena sulitnya birokrasi dalam proses izin investasi sehingga menimbulkan ekonomi biaya tinggi karena banyaknya campur tangan berbagai pihak mulai dari BKPM, kementerian, hingga pemerintah daerah.

Hal senada juga disampaikan mantan Kepala BKPM, Mahendra Siregar. Menurutnya, keinginan Presiden Jokowi untuk memangkas birokrasi yang selama ini dinilai lambat, dan otomatis mengakibatkan pertumbuhan investasi lambat serta berpangaruh negatif pada upaya pencapaian target ekonomi, perlu direspon cepat oleh BKPM.

Sementara Kepala BKPM, Franky Sibarani berjanji akan memudahkan proses izin investasi, karena selama ini ia sebagai pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo, merasakan lambatnya kinerja BKPM. Ia juga menambahkan perlunya pembenahan terkait hal yang juga penting yaitu dukungan bagi investor lokal agar terus berinvestasi didalam negeri. Menurutnya penanaman modal asing atau PMA dibutuhkan, namun penanaman modal dalam negeri atau PMDN juga dibutuhkan sekaligus memberi kesempatan pada investor lokal untuk meningkatkan daya saing memasuki Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA 2015.

Target investasi tahun ini sebesar Rp 450 trilyun dan realisai investasi sepanjang Januari hingga September 2014 sebesar Rp 342,7 trilyun. Sementara target investasi 2015 sebesar Rp 524 trilyun.

XS
SM
MD
LG