Tautan-tautan Akses

AS

Hampir 1 Juta Orang Sambut Tahun Baru 2016 di New York


Hampir 1 juta warga menyambut datangnya tahun baru 2016 di Times Square, Manhattan, New York, 1 Januari 2016.

Hampir 1 juta warga menyambut datangnya tahun baru 2016 di Times Square, Manhattan, New York, 1 Januari 2016.

Di seluruh dunia, ketakutan terhadap serangan terorisme berarti penjagaan keamanan yang ketat, atau bahkan pembatalan acara untuk menyambut datangnya tahun baru.

Hampir satu juta orang, banyak di antara mereka mengenakan kacamata besar berbentuk angka "2016" dan topi atas warna ungu, memadati kawasan Times Square di New York Kamis (31/12) malam untuk merayakan tahun baru 2016.

Vokalis Inggris Jessie J menyanyikan lagu John Lennon "Imagine" sebelum sebuah bola kristal besar yang terang benderang karena cahaya lampu meluncur ke bawah tepat pada tengah malam pergantian tahun baru 2016, di antara gedung-gedung pencakar langit di Manhattan.

Jutaan confetti (potongan kertas warna-warni) beterbangan dan kembang api menerangi langit malam dalam perayaan terbesar di Amerika. Setelah itu, ratusan ribu warga disuguhi dengan lagu-lagu Frank Sinatra (New York, New York), Ray Charles (Amerika) dan Louis Armstong (Wonderful World).

Penyanyi Demi Lovato tampil dalam perayaan tahun baru di Times Square, Kamis malam (31/12).

Penyanyi Demi Lovato tampil dalam perayaan tahun baru di Times Square, Kamis malam (31/12).

Keamanan sangat ketat di lokasi perayaan Tahun Baru yang menjadi ikon kota New York, di mana para pejabat kota mengatakan sekitar 6.000 pasukan keamanan berseragam dan juga polisi yang memakai pakaian samaran dikerahkan untuk mengamankan perayaan itu.

Beberapa petugas polisi juga dilengkapi dengan senapan atau detektor radiasi serta anjing pelacak bom. Tidak ada laporan apa pun, kecuali perayaan meriah menyambut datangnya tahun baru tiba di kawasan pantai timur AS.

Pihak berwenang AS mengatakan bahwa mereka memantau komunikasi di luar negeri untuk mendeteksi ancaman, berjanji untuk dalam kondisi waspada menyusul serangan teror baru-baru ini di San Bernardino, California dan Paris.

Sebelumnya pekan ini, pihak berwenang telah menangkap seorang penduduk negara bagian New York yang dituduh berencana membunuh warga sipil pada Malam Tahun Baru atas nama kelompok Negara Islam (ISIS).

Sebuah pernyataan mengatakan dalam penampilan pertama di pengadilan Kamis (31/12) pagi orang itu, Emanuel L. Lutchman, berusia 25 tahun, dituduh berusaha memberikan bantuan materi kepada ISIS.

Di berbagai tempat lain di seluruh dunia, ketakutan terorisme berarti keamanan ketat diterapkan di beberapa tempat atau pembatalan acara di mana banyak orang berkumpul untuk menyambut tahun baru.

Polisi di Munich, Jerman memerintahkan dua stasiun kereta api dievakuasi dan layanan kereta di kedua stasiun itu dihentikan. Polisi mengatakan ada "indikasi" bahwa serangan teror sedang direncanakan. Pihak berwenang juga meminta masyarakat untuk menghindari tempat-tempat di mana banyak orang berkumpul.

Pihak berwenang di Rusia menutup ikon Moskow "Lapangan Merah", tempat yang populer untuk bersuka ria merayakan tahun baru.

Meskipun tidak secara resmi diakui, tindakan yang jarang dilakukan itu tampaknya terkait dengan kecemasan mengenai kemungkinan terorisme setelah sebuah pesawat penumpang Rusia ditembak jatuh Oktober lalu di Mesir, dan serangan pemboman yang terus dilancarkan Rusia di Suriah.

Jakarta, Indonesia, dalam keadaan siaga penuh sementara polisi membongkar rencana serangan terror di ibukota dalam perayaan tahun baru.

Pihak berwenang di Brussels membatalkan pertunjukan kembang api Malam Tahun Baru karena khawatir mengenai terorisme. Wali kota Brussels Yvan Mayeur mengatakan bahwa tidak akan mungkin untuk memeriksa ribuan orang yang akan menonton pertunjukan kembang api tahun baru. Dia dikutip mengatakan, “Lebih baik tidak mengambil risiko”.

Pasukan keamanan Belgia menjaga ketat kawasan Grand Place di Brussels.

Pasukan keamanan Belgia menjaga ketat kawasan Grand Place di Brussels.

Polisi Brussels mengatakan mereka menangkap tersangka ke-10 sehubungan dengan serangan teror November lalu di Paris yang menewaskan 130 orang. Mereka melaporkan bahwa 6 orang lagi ditahan untuk dimintai keterangan mengenai dugaan rencana teror Malam Tahun Baru.

Dua orang ditangkap sebelumnya dalam pekan ini sehubungan dengan dugaan rencana menyerang “sasaran-sasaran simbolis", di ibukota Belgia.
Empat dari ekstremis Islamis yang ditahan terkait dengan serangan di Paris itu berasal dari Belgia.

Pertunjukan kembang api utama di Champs-Elysees avenue Paris dibatalkan, tetapi pada pejabat mengatakan bahwa akan dipertunjukkan video di Arc de Triomphe.

Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan dalam pesan Tahun Baru bahwa Perancis belum dapat mengatasi terorisme sepenuhnya, dan bahwa ancaman masih pada tingkat yang tertinggi.

Di tempat-tempat lain, dua tersangka anggota ISIS ditahan di Turki hari Rabu. Mereka diduga sedang merencanakan serangan bunuh diri terhadap para penyambut tahun baru di Ankara. [pp/sp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG