Tautan-tautan Akses

Hamas Bersedia Terima Perjanjian Damai Israel-Palestina


Perdana Menteri Gaza Ismail Haniyeh dalam konferesi pers hari Rabu, 1 Desember 2010.

Perdana Menteri Gaza Ismail Haniyeh dalam konferesi pers hari Rabu, 1 Desember 2010.

Ismail Haniyeh mengatakan Hamas akan menyetujui negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Petinggi Hamas di Gaza mengatakan kelompok militan Islam tersebut bersedia menerima perjanjian damai antara Israel dan Palestina jika kesepakatan tersebut disetujui dalam suatu referendum Palestina.

Perdana Menteri Gaza Ismail Haniyeh berkomentar demikian dalam konferesi pers yang langka, hari Rabu. Ia mengatakan, Hamas, yang tidak berpartisipasi dalam pembicaraan damai, akan menyetujui suatu negara Palestina berdasarkan perbatasan yang telah ditetapkan tahun 1967, dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Militan Hamas itu akan menghormati hasil-hasil referendum, kata Haniyeh, meskipun jika hasilnya berbeda dengan ideologi dan prinsip gerakannya.

Pembicaraan damai langsung antara pihak berwenang Israel dan Palestina terhenti setelah pembekuan pembangunan permukiman di Israel kadaluwarsa bulan September. Pimpinan Tepi Barat kini bernegosiasi untuk pihak Palestina yang menentang pembangunan di atas lahan yang mereka kehendaki sebagai bagian dari negara masa depan mereka.

Secara terpisah, Associated Press mengatakan pemerintah Palestina telah menghapus sebuah laporan dari situs resminya yang mengklaim Tembok Barat Jerusalem tidak ada memiliki signifikan keagamaan bagi kaum Yahudi. Laporan itu mengatakan Tembok Barat tersebut sebenarnya adalah milik kaum Muslim.

Laporan itu dikecam Israel dan Amerika setelah dipublikasikan minggu lalu.



XS
SM
MD
LG