Tautan-tautan Akses

Haiti Tangguhkan Putaran Kedua Pemilihan Presiden


Para petugas pemilu dalam pemilu putaran pertama di Port-au-Prince, Haiti (foto: dok).

Para petugas pemilu dalam pemilu putaran pertama di Port-au-Prince, Haiti (foto: dok).

Dewan pemilu Haiti menangguhkan putaran kedua pemilu presiden yang dijadwalkan akan berlangsung hari Minggu (27/12).

Dewan pemilu Haiti menangguhkan putaran kedua pemilu presiden yang dijadwalkan hari Minggu (27/12) ini di tengah-tengah kecurangan yang dituduhkan para kandidat oposisi.

Dewan Pemilu Provinsi hari Senin (21/12) mengatakan pemilu itu akan dijadwalkan kembali tapi tidak memberikan tanggal pemilu yang baru.

Pemilihan putaran kedua sedianya antara dua peraih suara terbanyak dari pemilu presiden bulan Oktober lalu, Jovenel Moise seorang pemilik perkebunan pisang dan Jude Calestin mantan pejabat badan pembangunan pemerintah Haiti.

Moise dan Calestin meraih suara terbanyak di antara 50 lebih kandidat pada pemilu putaran pertama.

Beberapa kandidat oposisi menuduh ada kecurangan dalam pemilu bulan Oktober itu dan mengancam akan mengganggu pemilihan putaran kedua tersebut kecuali isu itu diatasi.

Pemilu bulan Oktober itu umumnya bebas dari kekerasan, yang sebelumnya melanda pemilu parlemen bulan Agustus. Pejabat mengatakan pemilih yang datang ke TPS rendah dengan hanya 1,5 juta dari lima juta pemilih Haiti yang terdaftar datang ke TPS-TPS.

Moise usia 37 tahun dari Partai yang berkuasa di Haiti, Partai Kepala Botak, julukan untuk menghormati presiden yang akan berakhir masa jabatannya,mendapat 32,8 % suara pada pemilu bulan Oktober sementara Calestin usia 53 tahun dari Partai Liga Atlernatif bagi Kemajuan dan Emansipasi Haiti, mendapat 25,2 % suara.

Pemilu bulan Oktober itu diadakan hampir lima tahun setelah Presiden Michel Martelly menjabat di negara yang berjuang untuk pulih dari dampak gempa mematikan tahun 2010 yang meratakan hampir sebagian besar ibukota Port-au-Prince dan menyebabkan jutaan lebih orang kehilangan tempat tinggal. [my/jm]

XS
SM
MD
LG