Tautan-tautan Akses

Habibie: Sudah Saatnya Sri Mulyani Pulang dan Memimpin


Mantan presiden B.J. Habibie dalam dialog bersama warga Indonesia di Wisma Tilden, Washington, DC, Minggu (1/6). (VOA/Eva Mazrieva)

Mantan presiden B.J. Habibie dalam dialog bersama warga Indonesia di Wisma Tilden, Washington, DC, Minggu (1/6). (VOA/Eva Mazrieva)

Habibie mengatakan Indonesia memang sedang dilanda banyak masalah pelik, namun bangsa ini sejak dulu terbukti mampu menyelesaikan berbagai masalah.

Mantan presiden Indonesia B.J. Habibie menyerukan Sri Mulyani, ekonom berpengaruh yang kini menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, untuk pulang dan memimpin Indonesia.

“Sudah saatnya Ibu Sri Mulyani pulang dan memimpin," ujar Habibie dalam dialog bersama sekitar 100 warga Indonesia di Washington D.C., Minggu sore (1/6).

Meski tidak merinci dalam konteks apa memimpin bangsa yang dimaksudnya, pernyataan tersebut disambut dengan tepuk tangan gemuruh para hadirin yang memadati Wisma Tilden.

Lebih jauh, teknokrat berusia 78 tahun itu mengatakan bahwa Indonesia memang sedang dilanda banyak masalah pelik, mulai dari tuntutan demokrasi, pendidikan, krisis ekonomi hingga korupsi, tetapi warga Indonesia tidak perlu takut karena sebagai bangsa pejuang, sejak dahulu terbukti mampu menyelesaikan berbagai masalah.

“Kita berasal dari bangsa pejuang, yang tidak pernah menyerah dan kalah! Kenapa dulu kita berani menghadapi penjajah tetapi sekarang takut menghadapi masalah di dalam negeri sendiri," ujar Habibie dengan lantang.

Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie yang sempat menjadi presiden Indonesia selama 517 hari menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998, berada di Washington DC sejak Jumat untuk menghadiri sejumlah acara, mulai dari dialog dengan masyarakat Indonesia, pemutaran film “Habibie & Ainun” hingga diskusi bersama Carnegie Endowment for International Peace.

Dalam dialog selama hampir dua jam bersama masyarakat Indonesia, Habibie tidak saja menceritakan kembali kisah cintanya bersama Ainun, istri yang telah terlebih dahulu meninggalkannya pada Mei 2010 karena kanker usus besar, tetapi juga berbagai isu lain seperti penilaiannya tentang pelaksanaan pemilihan umum, tantangan pemimpin di masa depan, harapannya dengan kehadiran para ilmuwan dan teknokrat muda, niatnya untuk bisa meluncurkan pesawat R80 dan mendorong kembali kemajuan industri dirgantara Indonesia, hingga soal hubungannya dengan mantan presiden Soeharto dan beberapa tokoh lain.

“Seumur hidup saya hanya ada empat tokoh yang paling saya hormati. Mereka adalah Soekarno, Soeharto, Sumitro Djojohadikusumo dan Widjojo Nitisastro”, ujar Habibie, yang kemudian mengisahkan kedekatannya dengan keempat tokoh tersebut dan keluarga mereka.

Sri Mulyani, yang juga hadir dalam dialog tersebut, hanya tersenyum ketika dimintai komentar mengenai seruan Habibie tersebut usai acara.

“Kita bicara yang lain saja ya," ujarnya sambil berlalu pergi.

Orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani pernah dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik di Asia pada 2006. Majalah Forbes menobatkannya sebagai perempuan paling berpengaruh ke-23 di dunia pada 2008 dan perempuan paling berpengaruh ke-38 di dunia pada 2013.

Namun sejak bertugas di Bank Dunia pada 2010, tidak sekali pun Sri Mulyani buka mulut soal politik di Indonesia.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG