Tautan-tautan Akses

Habibie Hadiri Pemutaran Film 'Habibie & Ainun' di Washington


Mantan Presiden BJ Habibie saat diwawancarai VOA di depan gedung Capitol di Washington, DC (foto: VOA).

Mantan Presiden BJ Habibie saat diwawancarai VOA di depan gedung Capitol di Washington, DC (foto: VOA).

Mantan Presiden Indonesia ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie berada di Washington DC awal Juni lalu, salah satunya adalah untuk menghadiri pemutaran dan diskusi film biografinya, “Habibie & Ainun.”

Drama yang diangkat dari buku karya Bacharuddin Joesoef Habibie ini diputar pada tanggal 3 Juni di University of District of Columbia (UDC) di ibukota Amerika.

Film yang dibintangi Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari ini menceritakan tentang kisah cinta antara Habibie dan isterinya Ainun, mulai dari awal perjumpaan, bahtera rumah tangga hingga kejadian memilukan yang memisahkan keduanya selama-lamanya.

Mantan presiden Indonesia ketiga ini mengatakan kepada VOA dia berharap penonton dapat memetik pelajaran dari lika-liku perjalanan cintanya.

“Saya harapkan bahwa mereka menyadari sukses dari seseorang apakah wanita atau pria sangat ditentukan oleh sinergi positif antara pria dan wanita tersebut. Jadi ada kalanya wanita mengalah supaya prianya maju, ada kalanya pria mengalah supaya wanita-nya maju,” harap Habibie.

Mantan Presiden BJ Habibie menjawab pertanyaan penonton usai pemutaran film "Habibie & Ainun" di Washington, DC (foto: VOA).

Mantan Presiden BJ Habibie menjawab pertanyaan penonton usai pemutaran film "Habibie & Ainun" di Washington, DC (foto: VOA).

Pemutaran film yang diadakan oleh ACHA production dan klub fotografi UDC ini sukses membuat haru 120-an penonton, yang kebanyakan adalah warga Indonesia di rantau. Apalagi setelah mereka mendengar langsung penuturan beliau dalam sebuah diskusi.

“Filmnya bagus, benar-benar menunjukkan sisi lain Pak Habibie. Beliau adalah tokoh yang penting dalam sejarah Indonesia. Bisa jadi dia adalah Presiden terbaik yang pernah dimiliki Indonesia,” kata Pete, seorang penonton warga AS.

“Kebetulan saya belum pernah menonton filmnya, dan selama ini yang kita tahu kalau kita melihat sosok pemimpin adalah sosok pemimpin dalam menjalankan tugasnya, amanahnya. Tapi kita tidak pernah terpikir kalau beliau juga sebenarnya juga seorang ayah, seorang suami, dan kepala rumah tangga. Jadi menurut saya ini memberikan perspektif yang bagus sekali bagi masyarakat Indonesia dan terutama bagi saya,” ujar Yekti Sayogi, warga Indonesia.

Selain menghadiri acara pemutaran dan diskusi film, kedatangan Habibie ke Amerika juga untuk memenuhi undangan lembaga kajian Carniege Endowment for International Peace dalam sebuah forum tentang Demokrasi Indonesia.

Mantan Menristek ini juga menyempatkan jalan-jalan keliling Washington DC termasuk mengunjungi gedung Kongres AS, gedung Capitol.

XS
SM
MD
LG