Tautan-tautan Akses

Gunung Sinabung Kembali Meletus, Sebagian Warga Masih Mengungsi

  • Budi Nahaba

Gunung Sinabung

Gunung Sinabung

Saksi mata warga sekitar Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo mengatakan, bahwa Minggu pagi (5/10) Gunung Sinabung kembali meletus menyemburkan material vulkanik dan sempat membuat warga panik.

Otoritas resmi pemerintah setempat mengatakan, petugas bencana dibantu TNI Polri dan relawan kemanusiaan bersiaga mengantisipasi dampak erupsi Sinabung.

Saksi mata Maharisa Ginting (21) mengatakan, akibat letusan Sinabung Minggu pagi (5/10) sempat membuat ia dan keluarga panik, abu vulkanik dapat dirasakan di wilayahnya sekitar kecamatan Kabanjahe Karo.

Menurut Maharisa ia dan keluarga berada di pengungsian dengan jarak aman, di luar radius 5-7 km yang ditetapkan petugas pemerintah.

Sampai saat ini, tambah Maharisa, kondisi sekitar Sinabung mendung dan turun hujan. Menurut Maharisa, erupsi Sinabung tidak mengganggu umat muslim beribadah sholat Idul Qurban dan misa umat Kristiani di gereja-gereja di kecamatan.

Maharisa mengatakan, beberapa pekan lalu pemerintah setempat telah memulangkan sebagian besar pengungsi, namun di beberapa titik warga yang terdampak erupsi masih ada di pengungsian. Bantuan-bantuan masih diterima oleh pengungsi baik konsumsi, kesehatan dan kebutuhan sekolah.

Petugas piket BNPB Kantor pusat ( Jakarta), Hafiz Husein mengatakan, berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) letusan Gunung Sinabung hari Minggu terjadi empat kali disertai dengan luncuran awan panas.

“Terjadi awan panas guguran dari puncak dengan jarak luncur sejauh 4500 meter arah selatan, tinggi kolom abu vulkanik 3000 meter durasi 229 detik arah angin timur. Arah ancaman awan panas sudah diketahui, kewaspadaan tetap dijaga, untuk tidak masuk dalam radius 5 km arah selatan dan tenggara dan 3 km untuk arah lainnya,” ujar Hafiz.

Hafiz mengatakan erupsi Sinabung Minggu terjadi emapat kali, sejak sekitar pukul satu dini hari hingga sekitar jam 7.30 waktu setempat.

Secara umum, sejak meletusnya Sinabung September 2013, yang menelan pulahan korban jiwa, penangan ribuan pengungsi multiaspek erupsi Sinabung dikoordinir Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB yang diawasi langsung presiden.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru-baru ini dalam lawatannya ke lokasi pengungsi di Kabupaten menekankan, bahwa segala sesuatu terkait rehabilitasi dan rekonstruksi korban letusan Gunung Sinabung menjadi tanggungjawab sepenuhnya pemerintah.

“Kebutuhan multiaspek, penanganan logistik makanan, minuman dan air bersih serta kesehatan, termasuk pendidikan menjadi tugas BNPB, tugas kami pemerintah. Kami berada di tempat penampungan memastikan bantuan dan pelayanan dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Pihak BNPB menyatakan, pemerintah mengucurkan anggaran mencapai Rp 100 Miliar untuk penangan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca erupsi Sinabung.

Beberapa ahli gunung api menyatakan, letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara kemungkinan akan terjadi dalam durasi yang panjang. Hujan abu (vulkanik) sebagai dampak letusan, terus terjadi dan berdampak di sejumlah kota-kota di Sumatera Utara dan bahkan wilayah Aceh. Akibat erupsi Sinabung, tercatat lebih dari 17 ribu warga mengungsi.

Media jaringan lokal Sumatera Utara melaporkan, pasca erupsi Sinabung hari Minggu, petugas pemerintah BPBD, TNI Polri dibantu relawan PMI masih terus berjaga-jaga, memantau perkembangan. Beberapa unsur kunci untuk mobilisasi mitigasi dan komunikasi kebencanaan disiagakan dibeberapa titik dekat dengan lokasi erupsi. Petugas resmi pemerintah menyatakan, erupsi Sinabung hari Minggu (5/10) masih dalam status Siaga level III (tiga).

XS
SM
MD
LG