Tautan-tautan Akses

AS

Gubernur Maryland Kerahkan Garda Nasional ke Baltimore


Polisi berjaga-jaga setelah perusuh beraksi di Baltimore (27/4).

Polisi berjaga-jaga setelah perusuh beraksi di Baltimore (27/4).

Saudara perempuan Freddie Gray mengutuk kerusuhan itu. “Saya kira kekerasan salah. . . Saya tidak menyukainya sama sekali,” demikian kata Fredericka Gray Senin malam.

Para pejabat kepolisian di Baltimore mengatakan pasukan Garda Nasional sedang mengambil kedudukan di beberapa bagian kota bagian timur Amerika itu, yang dilanda kerusuhan setelah pemakaman Freddie Gray, pria kulit hitam berusia 25 tahun yang meninggal dunia akibat luka yang diderita ketika dalam tahanan polisi sebelumnya bulan ini.

Walikota Baltimore Stephanie Rawlings-Blake menyebutnya “salah satu hari paling gelap yang pernah dihadapi Baltimore." Dia memberlakukan jam malam selama seminggu, sementara Gubernur Maryland Larry Hogan memberlakukan keadaan darurat dan memobilisasi Garda Nasional.

“Saya memaklumi kemarahan. Apa yang saya lihat bukan kemarahan, melainkan penghancuran daerah kehidupan masyarakat,” kata walikota kepada para wartawan Senin malam, dan menyebut pemrotes “preman.”

Pemrotes memulai aksinya ketika ratusan siswa SMA bergerak menuju mal setempat setelah sekolah tutup hari itu, lalu menyebar ke beberapa daerah yang melampaui kemampuan polisi untuk mencegah kekerasan.

Gambar-gambar televisi menunjukkan sebuah apotek terbakar tidak lama setelah dijarah oleh perusuh. Demonstran juga melempari polisi anti-huru-hara dengan batu, batu-bata, botol kaca dan benda lain. Tiga dari polisi luka parah.

Sementara malam semakin gelap, beberapa kebakaran lagi terjadi di seluruh kota itu, termasuk pusat pelayanan kaum lanjut usia yang dikelola gereja dan masih sedang dibangun.

Saudara perempuan Freddie Gray mengutuk kerusuhan itu. “Saya kira kekerasan salah. . . Saya tidak menyukainya sama sekali,” demikian kata Fredericka Gray Senin malam.

XS
SM
MD
LG